Papua Barat Daya Distribusikan 2.000 Paket Sembako Murah Jelang Idul Fitri
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyalurkan 2.000 paket sembako murah untuk meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah di tengah deflasi yang terjadi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya telah mendistribusikan 2.000 paket sembako murah kepada masyarakat di Kabupaten dan Kota Sorong. Penyaluran ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Langkah ini diambil sebagai respon terhadap deflasi yang terjadi di wilayah tersebut akibat rendahnya daya beli masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Suardi Thamal, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengatasi dampak deflasi yang dialami Papua Barat Daya. "Papua Barat Daya alami deflasi karena daya beli masyarakat rendah, sehingga upaya ini untuk menjawab kondisi itu," jelasnya dalam keterangan pers di Sorong, Senin (24/3).
Distribusi sembako murah ini menyasar 1.000 paket untuk Kabupaten Sorong dan 1.000 paket untuk Kota Sorong. Setiap paket dijual dengan harga terjangkau, yaitu Rp100.000, dan berisi beras 10 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1 liter, dan telur. Pemprov berharap program ini dapat meringankan beban masyarakat dan mendorong peningkatan konsumsi menjelang Idul Fitri.
Penyaluran Sembako Murah di 10 Titik
Penyaluran sembako murah ini dilakukan melalui pasar murah yang tersebar di 10 titik lokasi. Lima titik berada di Kabupaten Sorong dan lima titik lainnya di Kota Sorong. Pemilihan lokasi pasar murah ini didasarkan pada pertimbangan aksesibilitas dan kepadatan penduduk.
Suardi Thamal optimistis bahwa program ini akan memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat. Ia yakin dengan harga yang terjangkau, masyarakat akan lebih bersemangat untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga mereka yang harganya cenderung meningkat.
"Kami berharap dengan adanya bantuan ini bakal meningkatkan daya beli masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga," harapnya. Pihaknya berkomitmen untuk terus melaksanakan program pasar murah sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan daya beli masyarakat Papua Barat Daya.
Deflasi dan Keterlambatan Implementasi Swadaya
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Papua Barat mengalami deflasi tahunan sebesar 0,44 persen (year on year/yoy) pada Januari 2025, dengan indeks harga konsumen sebesar 105,47. Kondisi ini mengindikasikan penurunan daya beli masyarakat.
Menurut Suardi Thamal, penurunan daya beli ini disebabkan oleh keterlambatan implementasi kegiatan swadaya pemerintah. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong Pemprov Papua Barat Daya untuk mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan sembako murah.
Program ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi dampak deflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih tenang dan nyaman, tanpa harus terlalu khawatir dengan harga kebutuhan pokok yang tinggi. Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan rakyatnya.
Kesimpulan
Distribusi 2.000 paket sembako murah oleh Pemprov Papua Barat Daya merupakan upaya strategis untuk menghadapi deflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri. Program pasar murah yang tersebar di 10 titik di Kabupaten dan Kota Sorong diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.