Pelindo Pangkalbalam Prioritaskan Bongkar Muat Kapal Pangan Jelang Lebaran 2025
PT Pelindo (Persero) Regional 2 Pangkalbalam memprioritaskan bongkar muat kapal bermuatan pangan selama Lebaran 2025 untuk menjaga stabilitas stok dan harga kebutuhan pokok masyarakat.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pangkalbalam di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, mengambil langkah penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan selama periode Lebaran 2025. Mereka memprioritaskan bongkar muat kapal-kapal yang mengangkut komoditas pangan. Keputusan ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas stok dan harga kebutuhan pokok masyarakat, terutama menjelang dan selama perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah.
General Manager PT Pelindo (Persero) Regional 2 Pangkalbalam, A Yoga Suryadarma, menjelaskan bahwa operasional bongkar muat di Pelabuhan Pangkalbalam tetap berjalan selama libur Lebaran. "Selama liburan Lebaran ini, aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap beroperasi," ujar Yoga dalam keterangannya di Pangkalpinang, Kamis (3/4).
Lebih lanjut, Yoga menegaskan komitmen Pelindo Pangkalbalam untuk beroperasi selama 24 jam guna memastikan kelancaran distribusi pangan. Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kenaikan harga dan kelangkaan barang menjelang dan pasca Lebaran. Dengan operasional 24 jam, diharapkan pasokan bahan pangan tetap terjaga dan harga tetap stabil.
Pelayanan Prima Pelindo Pangkalbalam Selama Lebaran 2025
Meskipun beroperasi penuh selama libur Lebaran, Pelindo Pangkalbalam tetap menetapkan waktu libur pada hari H Lebaran. Setelah hari raya, pelayanan bongkar muat barang dan aktivitas kapal penumpang untuk arus balik Lebaran akan kembali dibuka. "Kita off-nya hanya pada Lebaran saja dan setelah itu kembali beroperasi melayani jasa pengguna pelabuhan," jelas Yoga. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pelindo Pangkalbalam dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Langkah Pelindo Pangkalbalam ini mendapat perhatian dari Kepala KSOP Kelas IV Pangkalbalam, Saiful Anwar. Meskipun belum ada permintaan resmi dari pemerintah daerah atau pengusaha untuk memprioritaskan bongkar muat sembako, Pelabuhan Pangkalbalam tetap mengutamakan bongkar muat kapal-kapal yang mengangkut komoditas pangan. "Hingga saat ini belum ada permintaan dari pemda dan pengusaha untuk prioritas bongkar dan distribusi sembako, itu artinya stok serta harga sembako di masyarakat masih berlimpah," kata Saiful Anwar.
Hal ini menunjukkan antisipasi proaktif Pelindo Pangkalbalam dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan pangan bagi masyarakat Bangka Belitung. Dengan memastikan pasokan pangan tetap lancar, diharapkan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang tanpa khawatir akan kenaikan harga atau kelangkaan barang.
Antisipasi Kenaikan Harga dan Kelangkaan Barang
Prioritas bongkar muat kapal pangan oleh Pelindo Pangkalbalam merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya menjelang dan selama periode Lebaran. Dengan memastikan pasokan pangan yang cukup, diharapkan inflasi dapat terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Kerja sama yang baik antara Pelindo Pangkalbalam, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha diharapkan dapat menciptakan kondisi ekonomi yang kondusif bagi masyarakat.
Dengan operasional 24 jam dan prioritas pada komoditas pangan, Pelindo Pangkalbalam menunjukkan komitmennya dalam melayani masyarakat dan mendukung program pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.
Keberhasilan upaya ini akan bergantung pada koordinasi yang efektif antara Pelindo Pangkalbalam dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, distributor, dan pengecer. Koordinasi yang baik akan memastikan distribusi pangan yang efisien dan efektif hingga ke konsumen.
Kesimpulan
Upaya Pelindo Pangkalbalam dalam memprioritaskan bongkar muat kapal-kapal bermuatan pangan selama Lebaran 2025 merupakan langkah yang tepat dan patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan pangan bagi masyarakat Bangka Belitung. Semoga langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.