Pemkab Gunung Mas Gencarkan Pangan Murah Jelang Lebaran
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, gencar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat menjelang Idul Fitri.

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah, mengambil langkah proaktif dalam menghadapi bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1444 Hijriah. Melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP), Pemkab Gumas gencar melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di empat kecamatan. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Gerakan Pangan Murah ini diluncurkan sebagai respon atas potensi kenaikan harga menjelang hari raya. Dengan menyediakan berbagai komoditas pangan penting dengan harga subsidi, Pemkab Gumas berupaya meringankan beban masyarakat dan mencegah terjadinya inflasi yang signifikan. Pelaksanaan GPM ini melibatkan kerjasama berbagai pihak, termasuk Bulog, Dinas Pertanian, dan pedagang besar di masing-masing kecamatan.
Kepala DPKP Gumas, Eigh Manto, menjelaskan bahwa GPM telah dimulai di Kecamatan Manuhing pada Selasa, 18 Maret 2024, dan akan berlanjut ke Kecamatan Rungan Barat, Rungan, dan Kurun sesuai jadwal yang telah ditentukan. Beliau menekankan pentingnya ketersediaan pangan murah bagi masyarakat, terutama menjelang hari raya Idul Fitri.
Gerakan Pangan Murah: Harga Terjangkau untuk Masyarakat
Beragam komoditas pangan disiapkan dalam GPM dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran. Sebagai contoh, beras SPHP 5 kg yang biasanya dijual seharga Rp65.000, di GPM hanya dibanderol Rp60.000. Sementara itu, beras Hibrida 10 kg yang harganya Rp150.000 di pasaran, dijual dengan harga Rp120.000 dalam program ini. Demikian pula dengan beras premium 5 kg, yang biasanya Rp85.000, kini hanya Rp65.000.
Selain beras, komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, gula pasir, minyak goreng, telur, daging ayam, dan cabai rawit juga ditawarkan dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Harga bawang merah misalnya, turun dari Rp48.000 menjadi Rp36.000 per kilogram. Potongan harga yang signifikan juga diberikan untuk komoditas lainnya, seperti cabai rawit yang harganya turun drastis dari Rp125.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Gumas, Frinetha, menambahkan bahwa GPM terbuka untuk umum. Masyarakat dapat langsung mendatangi lokasi pelaksanaan GPM untuk membeli komoditas yang dibutuhkan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli sesuai kebutuhan agar program ini dapat menjangkau lebih banyak orang.
Kerjasama yang terjalin antara DPKP Gumas, Bulog, Dinas Pertanian, dan pedagang besar menjadi kunci keberhasilan GPM. Kolaborasi ini memastikan ketersediaan stok barang dan kelancaran distribusi komoditas pangan ke masyarakat. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan menjaga stabilitas harga menjelang Idul Fitri.
Dampak Positif GPM bagi Masyarakat
Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Kabupaten Gunung Mas. Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan mereka tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu besar, terutama menjelang hari raya Idul Fitri. Hal ini akan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dan meningkatkan daya beli.
Selain itu, GPM juga dapat membantu menjaga stabilitas harga di pasaran. Dengan adanya pasokan komoditas pangan dengan harga yang bersaing, GPM dapat mencegah terjadinya kenaikan harga yang tidak terkendali. Ini akan memberikan kepastian harga bagi masyarakat dan mencegah terjadinya inflasi yang merugikan.
Program ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan melibatkan berbagai pihak, GPM menjadi contoh nyata dari sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Secara keseluruhan, Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Gunung Mas merupakan langkah strategis yang tepat dalam menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Idul Fitri. Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga menunjukkan kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan rakyatnya.