Pemkab Kuningan Gercep Tanggulangi Penyakit Kresek Padi di Luragung
Pemerintah Kabupaten Kuningan melakukan gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) untuk menanggulangi penyakit kresek padi di lahan seluas 15 hektare di Kecamatan Luragung, guna mencegah penyebaran lebih luas dan menjaga produksi padi tetap.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan), pada Minggu, 30 April 2023, melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) untuk menanggulangi penyakit kresek pada padi di lahan seluas 15 hektare di Kecamatan Luragung. Langkah cepat ini dilakukan sebagai respons terhadap laporan serangan penyakit kresek yang disebabkan bakteri Xanthomonas oryzae, yang mengancam produktivitas padi dan ketahanan pangan daerah. Pengendalian OPT ini penting dilakukan untuk mencegah meluasnya penyakit dan menjaga hasil panen tetap optimal, bahkan di tengah masa cuti bersama Lebaran.
Penyakit kresek yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae ini menyerang tanaman padi di lahan milik Kelompok Tani Babakan Cinambo. Ancaman penyakit ini mendorong Pemkab Kuningan untuk segera bertindak guna melindungi petani dan hasil panen mereka. Langkah cepat ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah Kuningan.
Gerdal OPT ini melibatkan penyemprotan pestisida berbasis bakteri antagonis yang ramah lingkungan. Metode penyemprotan memanfaatkan alat modifikasi hasil inovasi petani setempat, yang dinilai lebih efektif dalam menjangkau bagian tanaman yang terinfeksi. Selain itu, Pemkab Kuningan juga mendorong penggunaan benih bersertifikat dengan siklus panen lebih cepat, serta penerapan metode semai culik dan bak semai untuk meningkatkan efisiensi pertumbuhan tanaman.
Penanggulangan Penyakit Kresek Padi di Kuningan
Kepala Diskatan Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa Gerdal OPT ini dilakukan dengan menggunakan pestisida berbasis bakteri antagonis, sebuah metode yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pestisida kimia. Penyemprotan dilakukan menggunakan alat modifikasi yang merupakan inovasi dari petani setempat, sehingga lebih efektif menjangkau bagian tanaman yang terinfeksi. Hal ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah dan petani dalam mengatasi masalah pertanian.
Selain penyemprotan, Diskatan juga mendorong petani untuk menggunakan benih bersertifikat dengan siklus panen yang lebih cepat. Metode semai culik dan bak semai juga dianjurkan untuk meningkatkan efisiensi pertumbuhan tanaman. Strategi ini menunjukkan pendekatan terpadu dalam pengendalian penyakit dan peningkatan produktivitas.
Wahyu menambahkan, "Meskipun dalam masa cuti bersama menjelang Lebaran, pengendalian tetap harus dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas dan menjaga produksi padi tetap optimal." Pernyataan ini menekankan urgensi penanganan penyakit kresek dan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, meskipun dalam situasi liburan.
Dukungan Pemerintah untuk Petani Kuningan
Sebagai bentuk dukungan lebih lanjut kepada para petani, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga menerapkan kebijakan pembelian Gabah Kering Panen (GKP) oleh Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram tanpa persyaratan kualitas yang ketat. Kebijakan ini bertujuan untuk mempercepat siklus tanam dan menjamin keberlanjutan produksi padi.
Dengan harga pembelian GKP yang ditetapkan, petani diharapkan dapat lebih mudah menjual hasil panen mereka dan segera memulai siklus tanam berikutnya. Hal ini akan membantu meminimalisir kerugian akibat serangan penyakit kresek dan menjaga stabilitas produksi pertanian.
Wahyu berharap dengan intervensi cepat dan dukungan kebijakan ini, petani dapat mengendalikan serangan penyakit dan meningkatkan produktivitas pertanian di daerah. Komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan serangan penyakit kresek dapat dikendalikan dan produksi padi di Kabupaten Kuningan tetap terjaga. Kerja sama antara pemerintah dan petani menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan pertanian ini. Ke depannya, diharapkan akan ada inovasi dan strategi lebih lanjut untuk mencegah dan mengatasi serangan penyakit tanaman.