Pemkab Pasaman Prioritaskan Pembangunan Jalan Koto Nopan-Padang Lawas untuk Peningkatan Ekonomi
Pemkab Pasaman memprioritaskan pembangunan jalan Koto Nopan-Padang Lawas guna meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan di Pasaman, Sumatera Barat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), menetapkan pembangunan jalan Koto Nopan-Padang Lawas, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, sebagai prioritas utama. Pembangunan ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Inisiatif ini diumumkan Bupati Pasaman, Sabar AS, di Lubuk Sikaping pada Kamis, 03 April.
Bupati Sabar AS menekankan pentingnya pembangunan jalan tersebut karena potensi ekonomi yang besar di wilayah tersebut. Ia juga mengapresiasi pelestarian seni dan budaya masyarakat Koto Nopan, khususnya tradisi Gordang Sambilan yang menjadi bagian penting dalam penyambutan tamu. Menurutnya, warisan budaya ini perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Selain pembangunan infrastruktur, Bupati Sabar AS juga berupaya menjadikan Kabupaten Pasaman sebagai kawasan strategis pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat. Ia menyebut Pasaman sebagai "segitiga emas" yang belum terkelola secara optimal dan membutuhkan perhatian serius dalam pembangunan. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah tata ruang wilayah yang masih didominasi oleh kawasan hutan lindung.
Pembangunan Jalan Koto Nopan-Padang Lawas: Urat Nadi Perekonomian Pasaman
Pembangunan jalan Koto Nopan-Padang Lawas merupakan proyek strategis yang diharapkan mampu membuka aksesibilitas dan meningkatkan konektivitas wilayah. Proyek ini telah dimulai beberapa tahun lalu, dan saat ini fokusnya adalah pada pengaspalan badan jalan agar konektivitas dengan Kabupaten Madina semakin lancar. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Pasaman, Harisuddin, yang menyatakan kesiapannya mengawal proses penganggaran proyek ini di tahun depan.
Harisuddin mengakui bahwa alokasi anggaran yang dibutuhkan cukup besar mengingat panjangnya ruas jalan yang akan diaspal. Namun, beberapa infrastruktur pendukung seperti jembatan dan pelebaran badan jalan telah selesai dibangun. Langkah selanjutnya adalah pengaspalan hot mix untuk meningkatkan kualitas jalan dan konektivitas wilayah.
Tokoh masyarakat setempat, Bona Lubis, turut menyampaikan harapannya agar pembangunan jalan ini dapat segera terwujud. Ia menekankan pentingnya akses jalan tersebut sebagai penunjang perekonomian masyarakat di Kecamatan Rao Utara, yang selama ini terkendala oleh kondisi jalan yang belum teraspal hingga perbatasan Padang Lawas, Madina. Harapannya, pembangunan jalan ini dapat terealisasi pada tahun depan.
Potensi Ekonomi Pasaman dan Strategi Pengembangannya
Bupati Sabar AS melihat potensi ekonomi Pasaman yang sangat besar, namun terhambat oleh luasnya kawasan hutan lindung. Ia berpendapat bahwa perlu ada upaya untuk memperkecil kawasan hutan lindung agar dapat membuka peluang pengembangan sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, pariwisata, dan infrastruktur lainnya. Dengan demikian, sumber daya alam Pasaman dapat dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati juga meyakini bahwa perluasan kawasan produktif akan menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan bahwa tanpa perluasan kawasan produktif, pertumbuhan ekonomi Pasaman akan sulit dicapai. Investasi yang masuk akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan menciptakan lapangan kerja.
Dengan menjadikan Pasaman sebagai kawasan strategis pertumbuhan ekonomi, diharapkan akan mempermudah perubahan tata ruang wilayah dan pembangunan konektivitas. Hal ini akan mendukung visi Pasaman sebagai "segitiga emas" pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat. Pembangunan jalan Koto Nopan-Padang Lawas menjadi langkah awal yang krusial dalam mewujudkan visi tersebut.
Pembangunan jalan ini tidak hanya sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga merupakan investasi untuk masa depan masyarakat Pasaman. Dengan aksesibilitas yang lebih baik, diharapkan perekonomian masyarakat akan meningkat, dan kesejahteraan mereka akan tercapai. Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, sangat penting untuk keberhasilan proyek ini.
Kesimpulan
Pembangunan jalan Koto Nopan-Padang Lawas merupakan langkah strategis Pemkab Pasaman untuk meningkatkan perekonomian daerah. Proyek ini diharapkan dapat membuka aksesibilitas, meningkatkan konektivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk keberhasilan proyek ini dan mewujudkan Pasaman sebagai segitiga emas pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.