Pemkot Kediri dan OJK Edukasi Anak: Menabung Sejak Dini untuk Masa Depan yang Cerah
Pemerintah Kota Kediri berkolaborasi dengan OJK memberikan edukasi pengelolaan keuangan kepada anak-anak, menanamkan kebiasaan menabung sejak usia dini untuk masa depan yang lebih baik.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur, dalam kolaborasinya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar edukasi pengelolaan keuangan bagi anak-anak. Kegiatan ini dilangsungkan pada Rabu, 26 Maret 2024, di Balai Kota Kediri, bertepatan dengan acara pemberian santunan kepada anak yatim. Edukasi ini bertujuan untuk menanamkan pentingnya menabung dan mengelola keuangan sejak usia dini, serta membangun kemandirian anak di masa depan. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, turut hadir dan memberikan sambutan.
Wali Kota Vinanda Prameswati menekankan pentingnya edukasi keuangan bagi anak-anak. "Saya harap dengan adanya gerakan ini anak-anak bisa lebih memahami bagaimana mengelola keuangan dengan bijak untuk masa depan. Saya berpesan anak-anak harus rajin belajar agar tercapai cita-citanya," ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan santunan ini tidak hanya berbagi kebahagiaan, tetapi juga memberikan nilai pendidikan dan pemberdayaan bagi anak-anak, salah satunya melalui Gerakan Menabung yang diinisiasi oleh OJK.
Pemkot Kediri berkomitmen untuk membangun sistem yang inklusif, memastikan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan bagi seluruh anak, termasuk anak yatim. Pemberian santunan ini merupakan wujud kasih sayang, perhatian, dan dukungan Pemkot Kediri agar anak-anak yatim tetap semangat dalam menatap masa depan. "Anak-anak adalah generasi penerus yang harus dijaga dan dilindungi," tegas Wali Kota Vinanda.
Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
Kepala OJK, Ismirani Saputri, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor syariah. Berdasarkan survei, literasi keuangan konvensional mencapai 65 persen, sementara literasi keuangan syariah baru mencapai 39 persen. Untuk inklusi keuangan, angka konvensional berada di 75 persen, sedangkan inklusi keuangan syariah masih di angka 12,9 persen.
Dalam Gerakan Ramadhan ini, peserta juga mendapatkan rekening tabungan simpanan pelajar dari Bank Jatim Syariah dan BSI. "Menjelang Hari Raya Idul Fitri ini tidak hanya arus mudik yang dijaga tetapi juga cash flow-nya. Adik-adik bisa gunakan rekening ini untuk menabung. Mudah-mudahan ini bermanfaat," jelas Ismirani Saputri. Pemberian santunan diberikan kepada 180 anak yatim di Kota Kediri.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Baznas Kota Kediri, Dawud Syamsuri, Pimpinan Lembaga Pengelola ZIS se-Kota Kediri, Pimpinan Bank Jatim Syariah dan BSI, K3S SD se-Kota Kediri, jajaran pengurus Baznas, serta tamu undangan lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan anak-anak dalam mengelola keuangan mereka sejak dini.
Manfaat Edukasi Keuangan Bagi Anak
- Menanamkan kebiasaan menabung sejak usia dini.
- Mempelajari pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak.
- Membangun kemandirian dan kemampuan finansial di masa depan.
- Mempersiapkan generasi yang produktif dan bertanggung jawab.
Dengan adanya edukasi dan pemberian rekening tabungan, diharapkan anak-anak dapat lebih memahami pentingnya menabung dan mengelola keuangan dengan baik, sehingga mereka dapat memiliki masa depan yang lebih cerah dan mandiri.