Pemkot Madiun Bangun 6 Dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Pemerintah Kota Madiun membangun enam dapur umum untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tiga kelurahan guna memastikan ribuan anak sekolah mendapatkan makanan bergizi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun berinisiatif membangun enam dapur umum untuk menunjang Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pembangunan ini akan dilakukan di tiga lokasi strategis di kota tersebut, guna menjamin ketersediaan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah. Pembangunan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkot Madiun dalam meningkatkan taraf kesehatan dan pendidikan generasi muda.
Wali Kota Madiun, Maidi, secara langsung memimpin dan mengawasi proyek ini. Beliau menjelaskan bahwa keenam dapur tersebut akan tersebar di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Banjarejo (Kecamatan Taman), Kelurahan Kanigoro (Kecamatan Kartoharjo), dan Kelurahan Nambangan Lor (Kecamatan Manguharjo). Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan kedekatan dengan sejumlah sekolah, sehingga distribusi makanan bergizi dapat dilakukan secara efisien dan efektif.
"Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena dekat dengan beberapa sekolah," ujar Wali Kota Maidi. Proyek ambisius ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan dan perkembangan anak-anak di Kota Madiun. Program MBG ini menjadi salah satu program prioritas Pemkot Madiun dalam meningkatkan kualitas hidup warganya.
Lokasi Strategis dan Dukungan Lahan Pertanian
Salah satu lokasi yang telah dikunjungi Wali Kota Maidi adalah area sekitar Lapak UMKM Kelurahan Banjarejo. Di lokasi ini, direncanakan pembangunan dua dapur MBG. Keunikannya, area ini didukung oleh lahan seluas empat hektare yang akan ditanami berbagai tanaman yang dibutuhkan untuk program MBG.
Pemilihan lokasi yang terintegrasi dengan lahan pertanian ini memiliki tujuan untuk memastikan ketersediaan bahan baku segar dan berkualitas untuk makanan bergizi bagi anak sekolah. Dengan demikian, program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga mendukung perekonomian lokal melalui pemanfaatan hasil pertanian setempat.
"Jadi setiap titik dapur itu didukung sekitar empat hingga lima hektare lahan untuk menanam cabai atau sayur, guna kebutuhan makanan bergizi. Tiap kecamatan nanti ada dua dapur yang dibangun. Setiap dapur nanti melayani sekitar 3.000 sasaran anak sekolah," jelas Wali Kota Maidi. Inovasi ini menunjukkan komitmen Pemkot Madiun untuk menciptakan sistem yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Pembangunan dan Target Penyelesaian
Pembangunan keenam dapur umum ini akan memanfaatkan lahan milik Pemkot Madiun. Proses pembangunan di Kelurahan Kanigoro telah dimulai, dan Wali Kota Maidi menargetkan seluruh pembangunan dapat rampung dalam waktu 100 hari kerja. Hal ini menunjukkan keseriusan Pemkot Madiun dalam merealisasikan program MBG.
Pemilihan lokasi juga mempertimbangkan aspek jangkauan dan aksesibilitas. Lokasi dapur harus dekat dengan sekolah-sekolah sasaran dan mudah dijangkau untuk proses distribusi makanan. Selain itu, rencana pembangunan ini telah mendapatkan persetujuan dan rekomendasi dari Badan Gizi Nasional (BGN), yang menjamin kualitas dan standar program MBG.
"Targetnya selesai dua bulan, sehingga bisa segera menyalurkan MBG kepada siswa sasaran," tegas Maidi. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkot Madiun untuk memastikan program MBG dapat segera dinikmati oleh anak-anak sekolah di Kota Madiun.
Pembangunan enam dapur untuk Program MBG di Kota Madiun merupakan langkah signifikan dalam upaya Pemkot Madiun untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Dengan lokasi strategis, dukungan lahan pertanian, dan target penyelesaian yang jelas, program ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi kesehatan dan pendidikan anak-anak di Kota Madiun. Kerja sama dengan BGN juga menjamin kualitas dan standar program yang sesuai dengan pedoman gizi nasional.