Pemkot Pekalongan Siapkan Jalur Alternatif Antisipasi Lonjakan Kendaraan Mudik
Pemerintah Kota Pekalongan menyiapkan jalur alternatif dan memperkuat pemantauan ATCS untuk mencegah kemacetan selama periode mudik Lebaran.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, bersiap menghadapi lonjakan kendaraan selama musim mudik Lebaran. Antisipasi ini dilakukan dengan menyiapkan sejumlah jalur alternatif dan memperkuat pemantauan lalu lintas melalui sistem Area Traffic Control System (ATCS). Langkah ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kemacetan parah di jalan-jalan utama kota.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekalongan, Restu Hidayat, menjelaskan bahwa pemudik tidak perlu khawatir akan tersesat atau terjebak kemacetan. Petugas telah disiagakan di berbagai titik, dan informasi mengenai jalur alternatif akan diberikan di posko yang telah disiapkan. "Kami bersama instansi terkait juga membuka posko. Pemudik dapat bertanya mengenai jalur-jalur alternatif yang ada jika terjadi kemacetan di jalur utama," kata Restu Hidayat.
Langkah antisipasi ini merupakan respon terhadap potensi peningkatan volume kendaraan yang signifikan selama periode mudik. Pemkot Pekalongan berkomitmen untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan pemudik yang melintasi wilayahnya.
Jalur Alternatif Antisipasi Kemacetan
Beberapa jalur alternatif telah disiapkan Pemkot Pekalongan untuk mengurai kemacetan di beberapa titik rawan. Jika terjadi kepadatan di Jalan K.H. Mas Mansyur, pemudik dapat menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Gajah Mada menuju Jalan Merdeka, Jalan Pemuda, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Dr. Cipto, Jalan Wahidin Sudirohusodo, dan Jalan Sutomo. Alternatif lain juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan di berbagai titik lainnya.
Sebagai contoh, jika kemacetan terjadi di Jalan K.H. Mas Mansyur hingga Jalan Dr. Sutomo, pemudik dapat melewati Jalan Gajah Mada, Jalan Merdeka, Jalan Pemuda, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Agus Salim, Jalan Melati, Jalan Seruni, dan Jalan Ki Mangunsarkoro menuju Kabupaten Batang. Jalur alternatif lain juga tersedia jika terjadi kemacetan di Jalan Pemuda hingga Jalan Sutomo, atau di Jalan Merdeka sampai Jalan Sutomo.
Untuk mengantisipasi kemacetan akibat sistem satu arah di jalan tol Jakarta yang berdampak pada Jalan Sutomo hingga Jalan Jenderal Soedirman, Pemkot Pekalongan juga menyediakan jalur alternatif melalui Jalan Alf Arslan Djunaid, Jalan Raya Warungasem, Jalan Raya Gapuro, dan Jalan Kusuma Atmaja. Semua jalur alternatif ini telah dipetakan dan disosialisasikan kepada masyarakat.
Pemkot Pekalongan juga telah menyiapkan berbagai rambu petunjuk jalan untuk memudahkan pemudik menemukan jalur alternatif tersebut. Petugas akan dikerahkan untuk membantu mengarahkan pemudik menuju jalur alternatif yang paling efektif.
Pemantauan ATCS untuk Kelancaran Lalu Lintas
Selain menyiapkan jalur alternatif, Pemkot Pekalongan juga memperkuat pemantauan lalu lintas menggunakan ATCS. Sistem ini memantau kepadatan arus lalu lintas dari titik masuk Kota Pekalongan hingga Terminal Pekalongan. "Di jalur pantura ada 11 ATCS di 8 titik dan 37 CCTV," tambah Restu Hidayat.
Dengan pemantauan ATCS yang terintegrasi, Pemkot Pekalongan dapat secara real-time memantau kondisi lalu lintas dan mengambil langkah-langkah antisipasi jika terjadi kemacetan. Informasi lalu lintas ini juga akan dibagikan kepada masyarakat melalui berbagai media, sehingga pemudik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Data dari ATCS akan membantu petugas dalam mengelola lalu lintas dan mengarahkan pemudik ke jalur alternatif yang sesuai. Sistem ini juga memungkinkan Pemkot Pekalongan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan sistem manajemen lalu lintas di masa mendatang.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pemkot Pekalongan berharap dapat meminimalisir potensi kemacetan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran. Komitmen ini menunjukkan kesiapan Pemkot Pekalongan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pemudik.