Pemprov Sumbar Perbaiki Jalan Rusak Jelang Mudik Lebaran: Target Rampung Kamis!
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) gencar memperbaiki jalan rusak di tiga ruas jalan utama jelang mudik Lebaran untuk kenyamanan pemudik, ditargetkan rampung Kamis ini.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bergerak cepat memperbaiki sejumlah ruas jalan yang rusak menjelang arus mudik Lebaran 1446 Hijriah. Perbaikan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengendara yang akan melakukan perjalanan mudik. Hal ini diungkapkan langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi, di Padang pada Selasa, 26 Maret 2024. Perbaikan jalan ini menjadi prioritas utama mengingat peningkatan volume kendaraan yang diprediksi akan signifikan selama periode mudik Lebaran.
Tiga ruas jalan menjadi fokus utama perbaikan ini. Ruas jalan tersebut adalah Manggopoh - Padang luar (segmen Simpang Balingka - Simpang Padang Luar), Payakumbuh - Sitangkai, dan Baso - Batusangkar. Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya akses jalan yang memadai selama musim libur Lebaran, mengingat peningkatan volume kendaraan yang signifikan. "Musim libur Lebaran ini, intensitas kendaraan diprediksi akan meningkat drastis karena itu akses jalan menjadi salah satu perhatian kita," katanya.
Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Era Sukma Munaf, menjelaskan bahwa timnya telah bekerja di lapangan sejak beberapa hari terakhir. Perbaikan jalan ini ditargetkan selesai pada Kamis, 27 Maret 2024. Namun, Munaf mengakui adanya kendala terkait ketersediaan anggaran pasca kebijakan efisiensi yang menyebabkan dimulainya perbaikan jalan baru bisa dilakukan pada pertengahan bulan puasa. "Tim kita sudah bekerja di lapangan. Ditargetkan, Kamis besok semuanya sudah tuntas," katanya. Ia menambahkan, "Biasanya pada bulan Januari, kami sudah mulai kerja, sementara sekarang baru bisa dimulai pada pertengahan puasa. Penyebabnya menunggu kejelasan anggaran pasca kebijakan efisiensi," ucapnya.
Perbaikan Jalan Prioritas Jelang Mudik Lebaran
Meskipun perbaikan jalan tengah dikebut, Era Sukma Munaf tidak dapat menjamin seluruh ruas jalan provinsi akan dalam kondisi mulus sempurna saat libur Lebaran. Waktu yang terbatas menjadi kendala utama. Namun, ia memastikan akan berupaya maksimal untuk menambal seluruh jalan yang berlubang. "Misalnya di ruas jalan Payakumbuh-Setangkai, butuh anggaran mencapai Rp100 miliar. Tahun ini bisa kami anggarkan Rp11 miliar. Belum bisa seluruhnya diperbaiki. Setidaknya jalan yang berlubang kami tambal, sebagian ada yang bisa dengan aspal, namun sebagian lainnya baru bisa dengan pasir batu lalu diratakan dengan alat berat," tuturnya.
Kerusakan jalan provinsi di Sumbar disebabkan oleh beberapa faktor. Selain faktor usia pakai, muatan angkutan barang atau tonase yang melebihi beban gandar jalan juga menjadi penyebab utama. Sebagai contoh, ruas jalan Payakumbuh-Sitangkai sepanjang 11 kilometer mengalami kerusakan signifikan akibat angkutan tambang Galian C yang melebihi kapasitas. Sementara itu, jalur Batusangkar-Baso masih terdapat kerusakan sepanjang 3 kilometer.
Era Sukma Munaf menambahkan, "Pada jalur Payakumbuh-Setangkai itu angkutan tambang Galian C yang lewat, muatannya melebihi kapasitas atau over dimension overload. Tidak heran jika jalannya menjadi rusak begini." Perbaikan jalan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kelancaran arus mudik Lebaran dan kenyamanan para pemudik.
Pemprov Sumbar berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di provinsi ini. Meskipun anggaran terbatas, upaya perbaikan jalan rusak jelang Lebaran ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya selama periode mudik Lebaran.
Antisipasi Lonjakan Kendaraan Selama Mudik
Dengan adanya peningkatan volume kendaraan yang diprediksi akan terjadi selama periode mudik Lebaran, perbaikan jalan yang dilakukan oleh Pemprov Sumbar merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Perbaikan jalan yang terfokus pada tiga ruas jalan utama diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus mudik.
Selain perbaikan jalan, Pemprov Sumbar juga diharapkan dapat melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti kepolisian dan Dinas Perhubungan, untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik. Hal ini termasuk pengaturan lalu lintas, penambahan rambu-rambu lalu lintas, dan pengawasan terhadap kendaraan yang melebihi kapasitas muatan.
Dengan adanya berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemprov Sumbar, diharapkan arus mudik Lebaran di Sumatera Barat dapat berjalan lancar dan aman. Perbaikan jalan yang dilakukan merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Semoga dengan selesainya perbaikan jalan ini, para pemudik dapat menikmati perjalanan mudik yang nyaman dan aman sampai ke kampung halaman.