Polda Malut Luncurkan Perpustakaan Terapung: Wujudkan Mimpi Literasi di Halmahera
Polda Maluku Utara meluncurkan perpustakaan terapung di Desa Sidanga, Halmahera Tengah, untuk meningkatkan minat baca dan akses literasi bagi anak-anak pesisir.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Direktorat Polairud Polda Maluku Utara meluncurkan perpustakaan terapung di Desa Sidanga, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah pada tanggal 25 Maret. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan minat baca dan akses literasi bagi anak-anak dan masyarakat pesisir di daerah terpencil. Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan memperluas akses pengetahuan bagi masyarakat yang kurang beruntung. Perpustakaan terapung ini diwujudkan melalui Unit Weda KP.XXX-1011, memberikan akses buku dan kegiatan interaktif bagi anak-anak di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil karena minimnya akses terhadap fasilitas pendidikan dan literasi di daerah pesisir. Dengan hadirnya perpustakaan terapung, diharapkan anak-anak di Desa Sidanga memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses ilmu pengetahuan dan mengembangkan minat baca mereka, setara dengan anak-anak di daerah perkotaan.
Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Bambang Suharyono, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam melayani masyarakat, khususnya di daerah terpencil. "Perpustakaan terapung ini untuk memberikan edukasi ke anak pesisir," ujar Kombes Pol Bambang Suharyono.
Layanan Literasi di Atas Air: Perpustakaan Terapung untuk Halmahera
Perpustakaan terapung ini tidak hanya menyediakan berbagai buku bacaan yang edukatif, tetapi juga menyelenggarakan sesi interaktif seperti membaca bersama dan diskusi edukatif. Kegiatan ini dirancang untuk membangun semangat belajar dan menumbuhkan kecintaan membaca di kalangan anak-anak. Metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif ini diharapkan dapat lebih efektif dalam meningkatkan minat baca mereka.
Selain buku-buku bacaan, perpustakaan terapung juga menyediakan berbagai permainan edukatif yang dapat membantu anak-anak belajar sambil bermain. Hal ini bertujuan untuk membuat proses belajar lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Dengan pendekatan yang lebih atraktif, diharapkan anak-anak akan lebih antusias dalam mengikuti program literasi ini.
Program ini juga bertujuan untuk memperluas akses literasi bagi masyarakat pesisir secara umum, bukan hanya anak-anak. Buku-buku yang disediakan beragam, mencakup berbagai topik yang menarik dan bermanfaat bagi semua kalangan usia. Dengan demikian, perpustakaan terapung ini menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan pengetahuan bagi seluruh masyarakat Desa Sidanga.
Dampak Positif dan Harapan ke Depan
Layanan perpustakaan terapung ini disambut dengan hangat oleh masyarakat Desa Sidanga. Anak-anak dan orang dewasa antusias meminjam dan membaca buku-buku yang tersedia. Hal ini menunjukkan tingginya minat baca masyarakat dan kebutuhan akan akses literasi yang lebih mudah dijangkau.
Polda Malut berharap perpustakaan terapung ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda di pesisir untuk meningkatkan pengetahuan dan meraih masa depan yang lebih baik. "Melalui program ini, kami ingin menghadirkan pendidikan yang lebih dekat dengan masyarakat. Kami berharap perpustakaan terapung ini dapat memberikan manfaat besar bagi generasi muda di pesisir," tambah Kombes Pol Bambang Suharyono.
Selain perpustakaan terapung, Sat Polairud Polda Malut juga melaksanakan kegiatan sambang dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polda Malut dalam memberikan pelayanan yang komprehensif kepada masyarakat pesisir.
Dengan adanya perpustakaan terapung ini, diharapkan anak-anak di Desa Sidanga dapat bersaing dengan anak-anak di daerah lain yang memiliki akses perpustakaan yang lebih memadai. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk meningkatkan akses literasi di wilayah terpencil.
Polda Malut berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat pesisir melalui berbagai program sosial, termasuk pengembangan perpustakaan terapung di daerah-daerah lain yang membutuhkan.