Polda Sulteng Siagakan 439 Personel Jelang Pelantikan Kepala Daerah di Jakarta
Polda Sulteng menyiagakan 439 personel Operasi Mantap Praja Tinombala untuk mengamankan situasi kamtibmas di Sulawesi Tengah selama pelantikan kepala daerah di Jakarta pada 20 Februari 2025.
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah bersiap mengamankan situasi menjelang pelantikan kepala daerah terpilih di Jakarta pada 20 Februari 2025. Sebanyak 439 personel dikerahkan dalam Operasi Mantap Praja Tinombala untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sulawesi Tengah. Pelantikan tersebut merupakan puncak dari rangkaian Pilkada 2024 yang telah berlangsung beberapa waktu lalu. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan lancar.
Kasubbidpenmas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari, menyatakan bahwa pengamanan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Februari 2025. Patroli skala besar akan dilakukan untuk menjaga kondusifitas kamtibmas. Selain patroli, kegiatan preventif dan preemtif lainnya juga akan terus dilakukan untuk mencegah potensi kericuhan.
Menurut AKBP Sugeng Lestari, patroli besar-besaran ini merupakan bentuk upaya preventif dan sekaligus menunjukkan kesiapan Polri dalam mengamankan tahapan pelantikan kepala daerah. Komitmen Polda Sulteng untuk menjaga situasi kondusif di Sulawesi Tengah ditekankan dengan mengedepankan kegiatan kepolisian yang bersifat preventif dan preemtif. Hal ini menunjukkan keseriusan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah.
Pengamanan Objek Vital dan Imbauan kepada Masyarakat
Sasaran patroli skala besar yang dilakukan oleh Polda Sulteng meliputi sejumlah titik penting. Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengamanan antara lain kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulteng, kediaman gubernur dan wakil gubernur terpilih, kantor DPRD Sulteng, serta objek vital penting lainnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di lokasi-lokasi tersebut.
Selain melakukan patroli, Polda Sulteng juga akan meningkatkan kegiatan intelijen untuk memantau potensi ancaman. Kerjasama dengan instansi terkait, seperti TNI dan pemerintah daerah, juga akan dioptimalkan untuk menciptakan sinergi dalam menjaga keamanan. Polda Sulteng berkomitmen untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama proses pelantikan kepala daerah.
AKBP Sugeng Lestari juga menyampaikan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Tengah. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kerukunan di wilayah Sulawesi Tengah agar proses transisi kepemimpinan berjalan lancar dan aman.
Pentingnya Peran Serta Masyarakat dalam Menjaga Keamanan
Keberhasilan pengamanan pelantikan kepala daerah di Jakarta tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat keamanan, tetapi juga peran serta aktif masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat berperan sebagai mata dan telinga bagi pihak kepolisian dengan melaporkan setiap kejadian atau informasi yang mencurigakan. Kerjasama yang baik antara masyarakat dan aparat keamanan sangat penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Polda Sulteng berharap dengan adanya pengamanan yang maksimal dan partisipasi aktif masyarakat, pelantikan kepala daerah di Jakarta dapat berjalan dengan aman dan lancar. Sulawesi Tengah dapat tetap kondusif dan terhindar dari potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu stabilitas daerah. Semoga proses transisi kepemimpinan dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dan sesuai dengan harapan masyarakat.
Dengan demikian, Polda Sulteng telah menunjukkan kesiapannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama proses pelantikan kepala daerah. Langkah-langkah preventif dan preemtif yang dilakukan diharapkan dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan kelancaran proses pelantikan.
"Kepolisian berkomitmen untuk terus menjaga situasi kamtibmas di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah tetap kondusif. Kita mengedepankan kegiatan kepolisian yang bersifat preventif dan preemtif," ujar AKBP Sugeng Lestari.