Polisi Larang Konvoi Takbiran di Jakarta Utara, 846 Personel Disiagakan
Kepolisian Jakarta Utara melarang konvoi takbiran malam Idul Fitri 1446 H untuk menjaga ketertiban umum dan telah menyiapkan 846 personel gabungan untuk mengamankan 16 titik pintu masuk Jakarta Utara.

Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Utara melarang konvoi takbiran pada malam Idul Fitri 1446 Hijriah. Larangan ini dikeluarkan untuk mencegah gangguan ketertiban umum. Langkah ini melibatkan 846 personel gabungan yang disiagakan di 16 titik pintu masuk Jakarta Utara. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol. Ahmad Fuady, pada Minggu, 30 Maret 2025.
Menurut Kapolres, konvoi takbiran seringkali diiringi pelanggaran lalu lintas, penggunaan petasan atau kembang api, dan pengibaran bendera yang dapat mengganggu ketertiban umum. "Jika ada konvoi, akan kami datangi dan dibubarkan oleh petugas gabungan," tegas Kombes Pol. Ahmad Fuady. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan perayaan Idul Fitri berjalan lancar dan kondusif.
Apel kesiapan telah digelar untuk memastikan seluruh personel siap mengamankan malam takbiran. Penekanan diberikan pada pencegahan konvoi dari luar Jakarta Utara. Kapolres juga menekankan pentingnya keselamatan personel gabungan selama bertugas, meminta mereka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.
Pengamanan Malam Takbiran di 16 Titik Pintu Masuk
Sebanyak 846 personel gabungan dari Polres Jakarta Utara disiagakan untuk mengamankan malam takbiran. Personel ini akan bertugas di 16 titik pintu masuk Jakarta Utara yang tersebar di seluruh wilayah. Titik-titik tersebut akan disekat untuk mencegah konvoi masuk ke wilayah Jakarta Utara. Penempatan personel di titik-titik tersebut bertujuan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum.
Kapolres menekankan pentingnya pengawasan ketat di setiap titik penyekatan. Hal ini untuk memastikan tidak ada konvoi yang dapat melewati jalur tersebut. Dengan strategi ini, diharapkan perayaan Idul Fitri dapat berjalan dengan aman dan tertib di Jakarta Utara.
Selain penyekatan, personel gabungan juga akan berpatroli di wilayah Jakarta Utara untuk mengantisipasi potensi gangguan lainnya. Patroli ini akan dilakukan secara intensif untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif sepanjang malam takbiran.
Keselamatan Personel Menjadi Prioritas
Kapolres Jakarta Utara juga memberikan penekanan khusus pada keselamatan personel gabungan yang bertugas. Ia meminta seluruh personel untuk selalu memprioritaskan keselamatan diri dan rekan-rekannya selama bertugas. Petugas diinstruksikan untuk bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain.
Pentingnya menjaga keselamatan ini sejalan dengan tugas mulia yang diemban, yaitu memastikan perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah berjalan lancar dan aman. Dengan menjaga keselamatan personel, diharapkan operasi pengamanan malam takbiran dapat berjalan efektif dan tanpa insiden yang tidak diinginkan.
Pengamanan di tingkat Polsek juga akan dilakukan untuk memastikan pengawasan menyeluruh di seluruh wilayah Jakarta Utara. Kerjasama antar instansi dan elemen masyarakat juga diharapkan dapat mendukung kelancaran operasi pengamanan malam takbiran.
Dengan langkah-langkah yang telah disiapkan, diharapkan perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah di Jakarta Utara dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, tanpa adanya gangguan keamanan dan ketertiban umum yang disebabkan oleh konvoi takbiran.