Polresta Mataram Berantas Premanisme, Jamin Keamanan Lebaran 2025
Polresta Mataram berkomitmen memberantas premanisme yang mengganggu investasi dan mengamankan Lebaran 2025 dengan Operasi Ketupat 2025 melibatkan TNI, Pemda, dan masyarakat.

Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menegaskan komitmennya untuk memberantas aksi premanisme yang dinilai sebagai ancaman terhadap iklim investasi di daerah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Polresta Mataram, Kombes Pol. Ariefaldi Warganegara, di Mataram pada Rabu, 19 Maret. Arahan ini sejalan dengan instruksi Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk memperketat pengawasan aktivitas investasi dan memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk melakukan aksi premanisme.
Selain fokus memberantas premanisme, Polresta Mataram juga bersiap untuk Operasi Ketupat 2025. Operasi ini bertujuan untuk mengamankan dan melancarkan arus mudik Lebaran 2025. Kapolri telah menginstruksikan kesiapan maksimal dalam pelaksanaan operasi ini demi kenyamanan dan keamanan masyarakat selama periode Lebaran.
Operasi Ketupat 2025 di NTB akan berlangsung selama dua pekan, dimulai pada 26 Maret 2025. Polresta Mataram, sebagai penanggung jawab keamanan ibu kota provinsi, akan mengerahkan personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk TNI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat. Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan keamanan di berbagai titik, mulai dari jalur mudik hingga tempat wisata.
Polresta Mataram Siap Jaga Keamanan Investasi dan Lebaran 2025
Kombes Pol. Ariefaldi Warganegara menekankan keseriusan Polresta Mataram dalam menjalankan arahan Kapolri. Pihaknya berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Mataram. "Kami diminta untuk memperketat pengawasan aktivitas investasi di wilayah masing-masing guna memastikan tidak ada oknum atau kelompok yang memanfaatkan situasi untuk melakukan aksi premanisme," tegas Kombes Pol. Ariefaldi, mengutip arahan Kapolri.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa Operasi Ketupat 2025 akan melibatkan personel gabungan untuk pengamanan di jalur-jalur mudik, tempat ibadah, pusat keramaian, dan area wisata. "Keterlibatan banyak pihak ini nantinya akan mendukung pengamanan dan pengaturan di jalur-jalur mudik, tempat ibadah, pusat keramaian, hingga area wisata," jelasnya.
Langkah ini menunjukkan kesiapan Polresta Mataram dalam menghadapi tantangan keamanan selama periode Lebaran. Kerja sama dengan berbagai pihak diharapkan dapat menciptakan suasana yang aman dan kondusif bagi masyarakat.
Partisipasi Masyarakat dalam Menjaga Keamanan
Polresta Mataram tidak hanya mengandalkan kekuatan aparat keamanan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan selama bulan puasa dan Lebaran. Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.
Dengan adanya kerjasama antara pihak kepolisian dan masyarakat, diharapkan dapat meminimalisir potensi gangguan keamanan dan menciptakan suasana yang kondusif selama bulan Ramadan dan Idul Fitri. Hal ini akan mendukung kelancaran berbagai aktivitas masyarakat selama periode tersebut.
Kombes Pol. Ariefaldi kembali menegaskan komitmen Polresta Mataram untuk menjalankan arahan Kapolri dengan penuh tanggung jawab. "Kami siap melaksanakan seluruh arahan Kapolri dengan sebaik-baiknya demi keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat Kota Mataram," pungkasnya.
Langkah-langkah konkrit yang akan dilakukan Polresta Mataram dalam Operasi Ketupat 2025 antara lain: peningkatan patroli di area rawan kejahatan, penjagaan ketat di tempat-tempat ibadah dan pusat keramaian, serta penyiapan posko pengamanan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.