Polresta Mataram Siapkan Strategi Pengamanan Lebaran Topat 2025
Polresta Mataram gelar rapat koordinasi untuk mengamankan tradisi Lebaran Topat di Lombok, NTB pada 7 April 2025, dengan antisipasi peningkatan kasus kecelakaan lalu lintas dan kejahatan konvensional.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah mempersiapkan strategi pengamanan untuk perayaan tradisi tahunan masyarakat Suku Sasak, yaitu Lebaran Topat, yang jatuh pada 7 April 2025. Perayaan ini diprediksi akan diramaikan oleh banyak masyarakat yang ingin berziarah, melaksanakan tradisi Begibung Topat (makan ketupat bersama), dan mandi di pantai sebagai simbol penyucian diri.
Kapolresta Mataram, AKBP Hendro Purwoko, mengungkapkan bahwa persiapan pengamanan ini telah dimulai dengan rapat koordinasi internal bersama seluruh satuan kerja dan wilayah. Rapat tersebut membahas evaluasi pengamanan Lebaran Topat tahun lalu dan hasil sementara Operasi Ketupat Rinjani 2025. Dari hasil evaluasi tersebut, terungkap adanya peningkatan kasus kecelakaan lalu lintas dan tindak pidana konvensional, seperti pencurian, dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan jumlah kasus ini menjadi perhatian serius bagi Polresta Mataram, mengingat antusiasme masyarakat untuk merayakan Lebaran Topat diprediksi akan sangat tinggi. Mobilitas masyarakat yang tinggi selama perayaan ini, ditambah dengan momentum arus balik Lebaran, menjadi tantangan tersendiri bagi pihak kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Antisipasi Peningkatan Kasus dan Mobilitas Masyarakat
Berdasarkan hasil rapat koordinasi, Polresta Mataram akan fokus pada beberapa hal penting dalam strategi pengamanan Lebaran Topat. Pertama, pengaturan arus lalu lintas akan menjadi prioritas utama, mengingat mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Pemetaan lokasi tujuan kunjungan masyarakat juga akan dilakukan untuk mengoptimalkan penempatan personel di lapangan.
Selain itu, Polresta Mataram juga akan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus kecelakaan lalu lintas dan tindak pidana. Hal ini mengingat perayaan Lebaran Topat bertepatan dengan arus balik Lebaran, sehingga potensi kepadatan dan kerawanan akan meningkat. Peningkatan patroli dan pengawasan di berbagai titik rawan akan menjadi bagian dari strategi pengamanan ini.
Kapolresta Mataram menekankan pentingnya koordinasi lintas sektoral dalam mengamankan perayaan Lebaran Topat. Kerjasama dengan TNI, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan berlangsung. Koordinasi ini akan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga penanganan potensi gangguan keamanan.
Koordinasi Lintas Sektoral dan Kesiapsiagaan Personel
Koordinasi lintas sektoral ini akan melibatkan berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam mengamankan perayaan Lebaran Topat. TNI akan membantu dalam pengamanan dan pengawasan, sementara pemerintah daerah akan berperan dalam menyediakan fasilitas dan dukungan logistik. Kelompok masyarakat juga akan dilibatkan dalam membantu pengaturan lalu lintas dan menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Polresta Mataram juga memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan yang dibutuhkan untuk pengamanan Lebaran Topat. Personel akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan keamanan. Peralatan yang memadai juga akan disiapkan untuk mendukung tugas-tugas pengamanan di lapangan. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang merayakan Lebaran Topat.
Dengan mempertimbangkan peningkatan kasus kecelakaan lalu lintas dan kejahatan konvensional, serta tingginya mobilitas masyarakat selama Lebaran Topat, Polresta Mataram berkomitmen untuk melaksanakan pengamanan secara maksimal. Kerjasama dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak diharapkan dapat menciptakan perayaan Lebaran Topat yang aman, tertib, dan lancar.
"Kami berharap perayaan Lebaran Topat tahun ini dapat berjalan dengan aman dan lancar," ujar AKBP Hendro Purwoko. "Oleh karena itu, kami telah menyiapkan strategi pengamanan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak." Polresta Mataram juga mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan berlangsung.