Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Maksimalkan Penerimaan Negara
Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh kementerian terkait untuk memaksimalkan penerimaan negara, termasuk pajak dan PNBP, guna mencapai target rasio pajak 23 persen.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan pentingnya memaksimalkan penerimaan negara. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis. Rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo tersebut fokus membahas penerimaan negara secara menyeluruh, mencakup pajak, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), royalti, dan sektor lainnya.
Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa inti arahan Presiden Prabowo adalah memaksimalkan seluruh potensi penerimaan negara. Meskipun demikian, ia tidak merinci lebih lanjut strategi yang akan diterapkan. "'(Presiden minta) memaksimalkan penerimaan negara,' ujar Airlangga. Beliau menyerahkan detail teknis upaya tersebut kepada Menteri Keuangan.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh sejumlah menteri kunci bidang ekonomi, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan beberapa pejabat penting lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan pemerintah dalam upaya meningkatkan pendapatan negara untuk menunjang pembangunan nasional.
Menteri Keuangan Ungkap Strategi Peningkatan Penerimaan Negara
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai isi rapat terbatas tersebut. Ia menyatakan bahwa rapat difokuskan pada upaya meningkatkan penerimaan negara, khususnya melalui peningkatan rasio pajak. Sri Mulyani menekankan pentingnya intensifikasi dan perbaikan administrasi perpajakan sebagai kunci keberhasilan.
Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa pemerintah tengah berupaya mencapai target rasio pajak sebesar 23 persen. "Mengenai bagaimana kita bisa meningkatkan tax ratio dan bagaimana upaya-upaya intensifikasi dan perbaikan administrasi," ucapnya. Ia memastikan pemerintah tengah menjalankan berbagai langkah strategis untuk mencapai target tersebut, meskipun detailnya belum diungkapkan.
Sri Mulyani menambahkan bahwa peningkatan penerimaan negara sangat krusial untuk membiayai berbagai program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi penerimaan negara menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.
Pemerintah menyadari bahwa peningkatan rasio pajak tidaklah mudah dan membutuhkan kerja keras dari seluruh pihak. Namun, komitmen untuk mencapai target tersebut tetap teguh demi kemajuan bangsa Indonesia.
Menteri-menteri yang Hadir dalam Rapat Terbatas
Rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dihadiri oleh sejumlah menteri penting di bidang ekonomi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam upaya meningkatkan penerimaan negara secara menyeluruh. Beberapa menteri yang hadir antara lain:
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
- Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indrawati
- Menteri Investasi/Kepala BKPM: Bahlil Lahadalia
- Wakil Menteri Keuangan: Anggito Abimanyu
- Menteri ESDM: (Nama Menteri ESDM)
- Menteri Komunikasi dan Informatika: (Nama Menteri Kominfo)
- Ketua Dewan Komisioner OJK: Mahendra Siregar
Kehadiran para menteri ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam menangani isu penerimaan negara dan berkomitmen untuk mencari solusi terbaik bagi peningkatannya. Kerja sama antar kementerian sangat penting untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Pemerintah berharap dengan memaksimalkan penerimaan negara, berbagai program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dengan optimal. Upaya peningkatan penerimaan negara ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.