Program Cek Kesehatan Gratis Lamongan Layani 35.772 Warga
Dinas Kesehatan Lamongan mencatat 35.772 warga telah terlayani program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 18 Maret 2025, melampaui setengah dari total sasaran.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, Jawa Timur melaporkan keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah melayani 35.772 warga setempat sejak diluncurkan pada Februari 2025. Program ini, yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, bertujuan memberikan akses layanan kesehatan yang merata dan gratis kepada seluruh lapisan masyarakat. Capaian ini menunjukkan dampak positif program tersebut bagi masyarakat Lamongan.
Dari total 35.772 warga yang telah mendapatkan layanan CKG, angka tersebut telah mencapai 53,14 persen dari total sasaran 58.192 orang hingga 18 Maret 2025. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Lamongan, Indra Tsani, menyatakan kepuasannya atas capaian ini dan berharap keberhasilan program CKG di Lamongan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Keberhasilan program ini juga terlihat dari antusiasme masyarakat Lamongan. Tiga puskesmas menunjukkan angka capaian yang sangat tinggi, melebihi target yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah.
Capaian Tinggi di Beberapa Puskesmas
Dari 32 puskesmas yang beroperasi di Lamongan, tiga puskesmas menunjukan capaian yang signifikan dalam program CKG. Puskesmas Bluluk berhasil mencapai 108,92 persen dari target, diikuti Puskesmas Deket dengan 91,61 persen, dan Puskesmas Sukodadi dengan 86,16 persen. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas strategi yang diterapkan di ketiga puskesmas tersebut dalam menjangkau dan melayani masyarakat.
Tingginya angka capaian di tiga puskesmas tersebut menunjukkan adanya strategi yang efektif dalam mensosialisasikan program dan memudahkan akses bagi masyarakat. Hal ini patut dipelajari dan diimplementasikan di puskesmas lain untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
Namun, masih terdapat beberapa puskesmas yang perlu meningkatkan capaiannya. Puskesmas Sugio dan Glagah, misalnya, masih memiliki angka capaian yang relatif rendah, yaitu 29,52 persen dan 30,28 persen. Hal ini menjadi tantangan bagi Dinkes Lamongan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan strategi.
Evaluasi dan Inovasi untuk Optimalisasi Program
Dinkes Lamongan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi dalam pelaksanaan program CKG agar pelayanan kesehatan semakin optimal. Pihaknya akan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan capaian di berbagai puskesmas. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh warga Lamongan mendapatkan akses kesehatan yang layak dan merata.
Evaluasi ini akan mencakup berbagai aspek, mulai dari strategi sosialisasi, kemudahan akses layanan, hingga kualitas pelayanan di masing-masing puskesmas. Hasil evaluasi akan digunakan untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dan inovatif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan menjangkau daerah-daerah yang masih memiliki capaian rendah.
Selain evaluasi, Dinkes Lamongan juga akan terus berupaya melakukan inovasi dalam pelaksanaan program CKG. Inovasi ini dapat berupa pengembangan metode sosialisasi yang lebih efektif, penyederhanaan prosedur layanan, atau peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas.
Komitmen Dinkes Lamongan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat merupakan langkah positif dalam mewujudkan tujuan program CKG. Dengan evaluasi dan inovasi yang berkelanjutan, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Lamongan dan menjadi contoh bagi daerah lain.
Program CKG merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses layanan kesehatan yang mudah dan terjangkau. Keberhasilan program ini di Lamongan menjadi bukti bahwa program tersebut dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.