Program Makan Gratis: Potensi Besar Pengurangan Kemiskinan dan Penciptaan Lapangan Kerja di Indonesia
Program makan gratis di Indonesia berpotensi mengurangi angka kemiskinan hingga 5,8 persen dan menciptakan 1,9 juta lapangan kerja, menurut Ketua Dewan Ekonomi Nasional.

Jakarta, 20 Maret 2025 (ANTARA) - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyoroti dampak positif program makan bergizi gratis terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekosistem ekonomi, dan pengurangan kemiskinan. Luhut menyatakan, "Kami semua kagum melihat dampak luar biasa program ini terhadap pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, ekosistem yang dibangun dari ekonomi, serta pengurangan kemiskinan," setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Rabu (18 Maret).
Hal senada disampaikan oleh Prof. Arief Anshory Yusuf, pakar kemiskinan dari Universitas Padjajaran. Beliau mengungkapkan potensi program makan gratis untuk menciptakan hingga 1,9 juta lapangan kerja baru dan mengurangi tingkat kemiskinan hingga 5,8 persen jika diimplementasikan dengan baik. Program ini juga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan sosial.
Arief mencontohkan, melalui program ini, sebuah keluarga dengan tiga anak dapat menerima bantuan Rp600.000 per bulan. Jumlah ini melampaui bantuan Rp200.000 yang diberikan oleh Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) masing-masing. Untuk keberhasilan program ini, Arief menekankan tiga langkah penting. Pertama, diperlukan peninjauan menyeluruh terhadap proses bisnis dan audit rutin dengan dukungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Langkah-langkah Menuju Kesuksesan Program Makan Gratis
Kedua, partisipasi masyarakat dalam memantau program perlu didorong untuk meningkatkan rasa memiliki. Ketiga, upaya pencegahan kebocoran dalam rantai pasokan harus dilakukan, terutama dengan mengurangi ketergantungan pada bahan impor yang tidak perlu. "Ini akan menciptakan rantai pasokan yang benar-benar terjaga sehingga dampaknya benar-benar sesuai harapan. Namun, sekali lagi, intinya mari kita jaga bersama karena ini adalah program unggulan bangsa," kata Arief.
Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan program makan bergizi gratis pada 6 Januari 2025, sebagai salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Melalui program ini, pemerintah bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi anak di bawah lima tahun, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sekolah hingga usia SMA.
Target dan Cakupan Program
Pada periode 2024-2029, pemerintah menargetkan 82 juta penerima manfaat, termasuk 44 juta anak sekolah dan 4 juta ibu hamil. Program ini membutuhkan dukungan dari 48 ribu dapur/unit layanan di seluruh Indonesia, serta pasokan karbohidrat dan protein tahunan sebesar 12,7 juta ton. Program makan gratis ini bukan hanya sekadar pembagian makanan, tetapi juga sebuah investasi besar dalam pembangunan manusia Indonesia, dengan harapan mampu menciptakan dampak signifikan terhadap pengurangan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Keberhasilan program ini sangat bergantung pada pengawasan yang ketat, partisipasi aktif masyarakat, dan efisiensi dalam pengelolaan rantai pasokan. Dengan komitmen dan kerja sama semua pihak, program makan gratis ini berpotensi besar untuk menjadi solusi nyata dalam mengatasi masalah kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia.