Ramadhan di Gorontalo: Lonjakan Pesanan Kue Kering Banjiri UMKM Lokal
Tingginya permintaan kue kering di Gorontalo selama Ramadhan 1446 H memicu peningkatan signifikan pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal, dengan pesanan yang melonjak hingga lebih dari seribu stoples.

Gorontalo, 15 Maret 2024 (ANTARA) - Bulan Ramadhan 1446 Hijriah di Gorontalo disambut dengan lonjakan permintaan kue kering yang signifikan. Peningkatan drastis ini dirasakan oleh berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten dan Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Fenomena ini menunjukkan peran penting kue kering dalam tradisi masyarakat Gorontalo selama bulan suci.
Salah satu pelaku usaha, Baker's Afa, yang dimiliki oleh Erawati Usman, merasakan dampak langsung dari peningkatan permintaan ini. Erawati mengungkapkan bahwa pesanan kue kering di tempat produksinya meningkat tajam dibandingkan bulan-bulan biasa. "Sebelum puasa, biasanya orderan yang masuk tidak sampai 200 stoples," ujarnya, "tapi ketika bulan puasa, orderan yang masuk melebihi seribu stoples lebih." Berbagai varian kue kering ditawarkan, dengan aneka topping dan isian menarik, dijual mulai dari Rp400.000 hingga Rp575.000 per stoples.
Tren peningkatan permintaan ini tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga melalui penjualan daring. Kemudahan dan praktisnya berbelanja online membuat banyak pelanggan memilih cara ini untuk mendapatkan kue kering favorit mereka selama Ramadhan. Hal ini turut berkontribusi pada peningkatan pendapatan para pelaku UMKM.
Lonjakan Pesanan Daring dan Strategi UMKM
Baloi Naton, usaha kue kering milik Tika Monoarfa, juga merasakan peningkatan pesanan yang signifikan, terutama melalui platform media sosial. Tika menyebutkan, "Setiap tahun saat Ramadhan, pesanan selalu melonjak. Sekarang saja pesanan sudah sekitar 200 stoples, sehingga kami harus menambah stok bahan baku dan tenaga kerja untuk memenuhi permintaan itu." Aneka kue kering seperti nastar, rambutan choconut, kacang ovaltine, dan palm cheese ditawarkan dalam berbagai ukuran dan kemasan, dengan harga mulai dari Rp35.000 hingga Rp375.000.
Meningkatnya permintaan kue kering ini memaksa para pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi. Mereka harus memastikan ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja yang cukup untuk memenuhi pesanan yang membeludak. Strategi penjualan daring juga menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi lonjakan permintaan ini.
Selain itu, inovasi dalam rasa dan kemasan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Berbagai varian rasa dan topping yang unik menjadi strategi para pelaku UMKM untuk menarik minat pembeli dan mempertahankan loyalitas pelanggan.
Peluang dan Tantangan bagi UMKM Gorontalo
Tingginya permintaan kue kering selama Ramadhan memberikan peluang besar bagi para pelaku UMKM di Gorontalo untuk meningkatkan pendapatan mereka. Namun, hal ini juga diiringi dengan tantangan untuk menjaga kualitas produk dan memenuhi permintaan yang terus meningkat. Para pelaku UMKM dituntut untuk mampu mengelola produksi dan distribusi dengan efisien dan efektif.
Dengan memanfaatkan momentum Ramadhan ini, para pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk mereka dan memperluas jangkauan pasar. Hal ini akan berdampak positif pada perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat Gorontalo.
Para pelaku usaha berharap momentum Ramadhan ini dapat berkelanjutan dan menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Mereka berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan mempertahankan daya saing di pasar.
Peningkatan permintaan kue kering selama Ramadhan di Gorontalo menjadi bukti nyata peran UMKM dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan berkontribusi pada perekonomian daerah. Dengan strategi yang tepat dan inovasi yang berkelanjutan, UMKM Gorontalo dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.