Remaja Hilang Terseret Ombak di Pantai Riting, Aceh Besar: Basarnas Kerahkan Tim Pencarian
Seorang remaja berusia 16 tahun hilang terseret ombak di Pantai Riting, Aceh Besar; Basarnas Banda Aceh memimpin pencarian melibatkan berbagai pihak.

Seorang remaja berusia 16 tahun, M Ikhsan, dilaporkan hilang terseret ombak saat mandi di Pantai Riting, Kecamatan Leupeung, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Kejadian ini terjadi pada Kamis (27/2) sekitar pukul 13.10 WIB. Basarnas Banda Aceh langsung bergerak cepat melakukan pencarian dan penyelamatan, dibantu oleh berbagai pihak termasuk kepolisian, TNI, BPBD Aceh Besar, dan masyarakat setempat. Pencarian yang dimulai Kamis siang hingga malam belum membuahkan hasil, dan akan dilanjutkan pada Jumat (28/2) dengan memperluas wilayah pencarian.
Kronologi kejadian bermula saat M Ikhsan bersama teman-temannya bermain dan mandi di laut Pantai Riting. Tiba-tiba, arus laut yang deras menyeret korban hingga hilang dari pandangan teman-temannya. Kejadian ini langsung dilaporkan kepada pihak berwajib dan Basarnas Banda Aceh. Cepat tanggap, Basarnas langsung mengerahkan tim untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, menyatakan bahwa pencarian korban melibatkan berbagai potensi SAR. "Korban masih dalam pencarian. Pencarian melibatkan potensi SAR lainnya seperti dari kepolisian dan TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Besar, masyarakat, dan lainnya," ujar Ibnu Harris Al Hussain dalam keterangannya.
Pencarian Intensif di Darat dan Laut
Tim Basarnas tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung memulai pencarian. Pencarian dilakukan secara terbagi dua regu. Regu pertama menggunakan perahu karet untuk menyisir perairan, sementara regu kedua melakukan penyisiran di sepanjang pantai sejauh satu mil. Upaya pencarian juga melibatkan penyelaman di kedalaman empat hingga lima meter.
"Pencarian korban juga dilakukan dengan penyelaman di kedalaman empat hingga lima meter. Sedangkan penyisiran di perairan dengan radius hingga satu nautika mil," jelas Ibnu Harris Al Hussain. Meskipun pencarian dilakukan secara intensif, hingga menjelang malam hari, korban belum ditemukan. Kondisi gelap dan laut yang bergelombang membuat pencarian dihentikan sementara.
Proses pencarian melibatkan berbagai metode, termasuk penyelaman dan penyisiran pantai. Tim SAR juga memanfaatkan perahu karet untuk memperluas jangkauan pencarian di laut. Radius pencarian di perairan mencapai satu mil laut. Meskipun demikian, hingga malam hari, upaya pencarian belum membuahkan hasil.
Pencarian Dilanjutkan, Drone Dikerahkan
Pencarian M Ikhsan akan dilanjutkan pada Jumat (28/2) pagi pukul 08.00 WIB. Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, tim SAR akan mengerahkan drone untuk melakukan pencarian dari udara. Wilayah pencarian baik di darat maupun di laut akan diperluas untuk memastikan tidak ada celah yang terlewatkan.
"Pencarian korban dilanjutkan Jumat (28/2) mulai pukul 08.00 WIB. Tim SAR juga mengerahkan drone mencari korban melalui udara. Wilayah pencarian, baik di darat maupun di perairan, nantinya diperluas," kata Ibnu Harris Al Hussain. Hal ini menunjukkan komitmen Basarnas dan tim SAR gabungan untuk terus berupaya menemukan korban.
Penggunaan drone diharapkan dapat membantu mempercepat proses pencarian dengan memberikan pandangan yang lebih luas dari udara. Dengan memperluas wilayah pencarian, diharapkan upaya pencarian dapat lebih efektif dan M Ikhsan dapat segera ditemukan.
Upaya pencarian yang dilakukan oleh Basarnas dan tim SAR gabungan menunjukkan komitmen dan kerja keras dalam menangani kasus ini. Semoga M Ikhsan segera ditemukan dalam keadaan selamat.