Rumah Singgah Banda Aceh Tetap Layani Pasien Selama Lebaran 2025
Rumah Singgah Blood For Life Foundation (BFLF) di Banda Aceh tetap beroperasi selama libur Lebaran 2025, melayani pasien dari berbagai daerah yang menjalani pengobatan di RSUDZA.

Rumah Singgah Blood For Life Foundation (BFLF) di Banda Aceh tetap memberikan pelayanan kepada pasien selama libur Lebaran 2025. Hal ini disampaikan oleh Founder BFLF Indonesia, Michael Octaviano, pada Sabtu lalu. Keputusan ini diambil mengingat banyak pasien dari berbagai daerah di Aceh yang sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) membutuhkan tempat tinggal sementara, khususnya mereka yang kurang mampu.
RSUDZA Banda Aceh merupakan rumah sakit rujukan utama di Aceh, yang berlokasi di pusat kota. Akses bagi pasien dari daerah terpencil, terutama yang memiliki penyakit kronis dan membutuhkan perawatan jangka panjang, seringkali sulit dan membutuhkan biaya tambahan untuk akomodasi. Rumah Singgah BFLF hadir sebagai solusi untuk permasalahan ini.
"Idul Fitri, Rumah Singgah BFLF tetap beroperasi untuk membantu dan melayani saudara-saudara kita yang sedang sakit dan kurang mampu. Semoga Allah memberikan keberkahan," ujar Michael Octaviano.
Layanan Rumah Singgah BFLF Selama Lebaran
Rumah Singgah BFLF yang berlokasi di Jalan Kepiting Nomor 5, Lampriet, Kuta Alam, Banda Aceh, tetap buka dan melayani pasien secara gratis. Fasilitas ini menyediakan delapan kamar dengan kapasitas hingga 45 orang. Meskipun beberapa pasien telah pulang kampung untuk merayakan Lebaran, masih tersedia enam kamar kosong.
Michael menjelaskan bahwa pasien yang membutuhkan tempat tinggal dapat langsung datang ke rumah singgah atau menghubungi call center BFLF di nomor 0823-7080-9008. Saat ini, masih ada beberapa pasien yang tetap tinggal di rumah singgah karena harus melanjutkan pengobatan setelah Lebaran, termasuk pasien kanker nasofaring dari Aceh Singkil dan pasien kanker payudara dari Simeulue.
Mereka harus menjalani kemoterapi beberapa hari setelah Lebaran, sehingga tidak dapat pulang ke kampung halaman. Kehadiran mereka di rumah singgah selama Lebaran memastikan kelanjutan perawatan medis mereka tanpa hambatan.
"Pasien yang saat ini menetap di Rumah Singgah BFLF berasal dari berbagai daerah, seperti Aceh Singkil dengan diagnosa kanker nasofaring dan Simeulue dengan kanker payudara. Mereka harus menjalani kemoterapi beberapa hari setelah Lebaran, sehingga tidak bisa pulang," jelas Michael.
Ajakan Berbagi Kebahagiaan di Lebaran
Michael juga mengajak masyarakat Banda Aceh untuk mengunjungi Rumah Singgah BFLF selama Lebaran. Tujuannya adalah untuk berbagi kebahagiaan dan memberikan dukungan kepada para pasien yang sedang menjalani pengobatan. Kehadiran masyarakat diharapkan dapat memberikan semangat dan suasana Lebaran yang lebih hangat bagi para pasien yang jauh dari keluarga.
Dengan adanya Rumah Singgah BFLF, pasien dari berbagai daerah di Aceh dapat fokus pada pengobatan tanpa perlu khawatir tentang tempat tinggal. Inisiatif ini menunjukkan kepedulian dan solidaritas sosial yang tinggi dalam membantu sesama, khususnya mereka yang membutuhkan perawatan medis dan kurang mampu.
"Jika ada yang ingin datang ke Rumah Singgah BFLF, silakan. Kehadiran rumah singgah setidaknya, mereka bisa merasakan suasana Lebaran seperti di rumah sendiri tanpa kesulitan mencari tempat tinggal," ajaknya.