SAR Babel Evakuasi 8 Pemancing di KM Sri Bintang, Mesin Kapal Mati di Perairan Koala
Tim SAR berhasil mengevakuasi delapan orang penumpang KM Sri Bintang yang mengalami mati mesin di perairan Koala, Bangka Belitung, setelah mendapat laporan pada Jumat malam.

Pada Jumat, 4 April 2025, Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengevakuasi delapan orang dari KM Sri Bintang. Kejadian bermula ketika kapal tersebut mengalami mati mesin di Perairan Koala, Kabupaten Bangka. Evakuasi dilakukan setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima laporan mengenai insiden tersebut. Delapan orang yang dievakuasi terdiri dari enam pemancing, seorang anak buah kapal, dan seorang nakhoda.
KM Sri Bintang berangkat dari pelabuhan nelayan di Desa Jerambah Gantung sekitar pukul 09.00 WIB menuju lokasi memancing di Perairan Semujur, Karang Kapal. Setelah selesai memancing sekitar pukul 16.30 WIB, kapal tersebut kembali menuju Jerambah Gantung. Namun, nahas, sekitar pukul 17.00 WIB di Perairan Koala, tepatnya di koordinat 2° 6'22.40'S 106°15'8.70'E, mesin kapal mengalami kerusakan pada pompa oli. Kapten kapal, Dainuri (46 tahun), mencoba memperbaiki kerusakan tersebut, namun upaya tersebut gagal hingga pukul 19.00 WIB.
Mengetahui hal tersebut, Kapten Dainuri menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang untuk meminta bantuan evakuasi. Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang langsung merespon dengan mengirimkan tim penyelamat menggunakan RBB (Rigid Bouyancy Boat) Basarnas menuju lokasi kapal yang berjarak 6 nautical mile dari pelabuhan PTS Pangkalbalam. Proses evakuasi berjalan lancar dan seluruh penumpang berhasil diselamatkan.
Evakuasi Lancar, Penumpang Selamat
Tim penyelamat, dibantu oleh ABK KN SAR Karna, berhasil menemukan KM Sri Bintang yang sedang lego jangkar pada pukul 20.53 WIB. Setelah ditemukan, kapal tersebut langsung ditarik menuju dermaga PTS Pangkalbalam, Pangkalpinang. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, menyatakan bahwa seluruh penumpang dan nakhoda dalam keadaan sehat dan selamat. "Pertolongan terhadap delapan orang pemancing dan nakhoda ini kami lakukan setelah mendapatkan kabar kapal KM Sri Bintang mengalami mati mesin di perairan tersebut," kata I Made Oka Astawa.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim penyelamat yang bertugas. "Terima kasih kepada segenap Tim Rescue yang bertugas, kami selalu siap siaga memberikan pelayanan SAR, terutama di wilayah Kepulauan Bangka Belitung," tambahnya. Kejadian ini sekali lagi menyoroti pentingnya keselamatan pelayaran dan kesiapsiagaan tim SAR dalam menghadapi situasi darurat di laut.
Proses evakuasi yang cepat dan efektif menunjukkan koordinasi yang baik antara tim SAR dan pihak terkait. Keberhasilan evakuasi ini juga menjadi bukti kesigapan dan profesionalisme tim SAR dalam menjalankan tugasnya untuk menyelamatkan nyawa di laut. Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi para nelayan dan pelaku pelayaran lainnya untuk selalu memperhatikan kondisi kapal dan keselamatan berlayar.
Kronologi Kejadian
- 09.00 WIB: KM Sri Bintang berangkat dari Desa Jerambah Gantung.
- 16.30 WIB: KM Sri Bintang selesai memancing dan kembali ke pelabuhan.
- 17.00 WIB: Mesin kapal mengalami kerusakan di Perairan Koala.
- 19.00 WIB: Kapten kapal menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.
- 20.53 WIB: Tim SAR menemukan KM Sri Bintang dan melakukan evakuasi.
Kejadian ini menunjukkan pentingnya perawatan rutin mesin kapal dan komunikasi yang efektif dalam situasi darurat di laut. Semoga kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya di laut.
Evakuasi KM Sri Bintang di Perairan Koala merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan layanan SAR yang optimal bagi masyarakat. Keberhasilan evakuasi ini patut diapresiasi dan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja tim SAR Indonesia.