Stok Sapi Meugang Idul Fitri di Aceh Capai 18 Ribu Ekor, Harga Daging Diprediksi Naik
Jelang Idul Fitri 1445 H, Aceh memiliki stok sapi meugang sebanyak 18.159 ekor, dengan prediksi harga daging sapi mencapai Rp200.000 per kilogram.

Jelang Idul Fitri 1445 Hijriah, kebutuhan daging di Aceh, khususnya untuk tradisi meugang, telah dipersiapkan dengan matang. Dinas Peternakan Aceh melaporkan stok sapi yang tersedia mencapai angka yang cukup signifikan, yaitu 18.159 ekor. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pertenakan Aceh, Zalsufran, pada Senin di Banda Aceh. Persiapan ini bertujuan untuk memenuhi permintaan masyarakat Aceh yang tinggi akan daging sapi selama tradisi meugang.
Dari total stok tersebut, diperkirakan sebanyak 5.478 ekor sapi akan disembelih untuk memenuhi kebutuhan meugang. Mayoritas sapi berasal dari peternakan lokal Aceh, namun ada pula tambahan dari luar daerah, termasuk sapi impor dari Australia yang didatangkan melalui Medan. Ketersediaan sapi ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh selama periode meugang Idul Fitri.
Pemerintah Aceh melalui Dinas Peternakan berupaya memastikan ketersediaan dan keamanan pangan bagi masyarakat. Selain sapi, stok hewan ternak lain juga melimpah, meliputi 7.676 kerbau, 18.353 kambing/domba, dan 1.744.246 ayam. Perkiraan jumlah hewan ternak yang akan disembelih juga telah diestimasi, yaitu 1.448 kerbau, 602 kambing/domba, dan 666.774 ayam.
Harga Daging Sapi Meugang
Meskipun Dinas Peternakan Aceh tidak menetapkan harga resmi, prediksi harga daging sapi untuk meugang Idul Fitri 1445 H diperkirakan berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000 per kilogram. Perkiraan ini didasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya dan dapat bervariasi di setiap daerah di Aceh. Fluktuasi harga dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk permintaan pasar dan biaya operasional peternak.
Pemerintah daerah setempat akan terus memantau perkembangan harga pasar untuk memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan memilih daging sapi yang berkualitas serta memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan pangan.
Langkah antisipatif juga dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan daging yang dikonsumsi. Pemerintah menekankan pentingnya penyembelihan ternak dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) resmi atau tempat yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini bertujuan untuk mengawasi proses penyembelihan dan memastikan kesehatan ternak sebelum dikonsumsi.
Imbauan Kesehatan dan Keamanan Pangan
Dalam rangka menjaga kesehatan dan keamanan pangan, Dinas Peternakan Aceh mengimbau masyarakat untuk membeli dan mengkonsumsi daging dari sumber yang terpercaya dan telah melalui proses pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan hewan ternak sebelum disembelih menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.
Petugas kesehatan hewan akan bertugas untuk memeriksa kesehatan ternak di RPH resmi dan tempat-tempat yang telah ditetapkan. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan kondisi fisik hewan dan memastikan hewan tersebut layak untuk dikonsumsi. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman tanpa khawatir akan masalah kesehatan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan kebersihan dan penyimpanan daging setelah dibeli. Penyimpanan yang tepat dapat membantu menjaga kualitas dan kesegaran daging, serta mencegah pertumbuhan bakteri yang dapat membahayakan kesehatan. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati tradisi meugang dengan aman dan sehat.
Secara keseluruhan, persiapan untuk meugang Idul Fitri di Aceh telah dilakukan dengan baik. Ketersediaan stok hewan ternak yang cukup dan upaya pemerintah dalam mengawasi proses penyembelihan dan keamanan pangan diharapkan dapat memastikan perayaan Idul Fitri berjalan lancar dan masyarakat dapat menikmati tradisi meugang dengan aman dan nyaman.