Sumatera: Lumbung Energi Bersih Indonesia, Potensi 1.240 GW
Pulau Sumatera menyimpan potensi energi baru terbarukan (EBT) terbesar di Indonesia, mencapai 1.240 GW atau 34 persen dari total potensi nasional, namun pemanfaatannya masih jauh dari optimal.

Sumatera, Lumbung Energi Bersih Indonesia
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru-baru ini menyatakan bahwa Pulau Sumatera menjadi primadona pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia. Potensi EBT di Sumatera mencapai angka yang fantastis: 1.240 gigawatt (GW), atau sekitar 34 persen dari total potensi EBT nasional sebesar 3.687 GW. Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani, mengungkapkan hal ini dalam acara Toyota Series Carbon Neutrality di Jakarta.
Potensi EBT Sumatera yang Melimpah
Rincian potensi EBT di Indonesia cukup beragam. Sumber terbesar adalah energi surya dengan potensi 3.294 GW, diikuti energi angin (155 GW), energi air (95 GW), energi laut (63 GW), bioenergi (57 GW), panas bumi (24 GW), dan gasifikasi batu bara (450 MW). Potensi EBT Sumatera yang mencapai 1.240 GW ini menunjukkan betapa besarnya peran pulau ini dalam transisi energi Indonesia menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Pemanfaatan EBT yang Belum Maksimal
Meskipun potensi EBT di Indonesia, termasuk di Sumatera, sangat besar, pemanfaatannya masih jauh dari optimal. Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa saat ini, pemanfaatan EBT untuk elektrifikasi baru mencapai 14.883 MW. Angka ini masih sangat kecil, kurang dari 0,4 persen dari total potensi yang ada. Tantangan besar kini adalah bagaimana mengoptimalkan potensi tersebut untuk memenuhi kebutuhan energi nasional dan mencapai target energi bersih di masa depan.
Upaya Pemerintah dalam Pengembangan EBT
Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah dan terus berupaya mengembangkan EBT di Indonesia. Untuk energi surya misalnya, program PLTS atap telah dicanangkan dengan target kapasitas hingga 1,59 GW pada tahun 2028. Selain itu, pengembangan PLTS skala besar juga terus didorong, ditargetkan mencapai 4,68 GW pada tahun 2030 berdasarkan Rencana Usaha Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL).
Target Elektrifikasi Energi Bersih 2060
Pemerintah Indonesia memiliki target ambisius untuk meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi nasional. Target tersebut adalah mencapai 72 persen energi bersih dari total pembangkit pada tahun 2060. Untuk mencapai target ini, pengembangan berbagai jenis EBT akan terus didorong, tidak hanya energi surya, tetapi juga energi angin, hidro, dan panas bumi. Pengembangan EBT di Sumatera akan menjadi kunci penting dalam mencapai target tersebut.
Kesimpulan
Pulau Sumatera memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar, mencapai 1.240 GW atau 34 persen dari total potensi nasional. Meskipun demikian, pemanfaatannya masih belum maksimal. Pemerintah terus berupaya mengembangkan berbagai jenis EBT, termasuk di Sumatera, untuk mencapai target elektrifikasi energi bersih sebesar 72 persen pada tahun 2060. Suksesnya pengembangan EBT di Sumatera akan sangat menentukan keberhasilan transisi energi Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.