{{caption}}
Bulog Sumut Amankan Stok Beras 20.000 Ton dari Aceh, Cukup untuk 3 Bulan!

Bulog Sumut menerima tambahan 20.000 ton beras dari Aceh untuk stabilisasi harga dan stok beras hingga Agustus 2025, memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Utara.

{{caption}}
Bulog Aceh Pastikan Stok Beras Aman Hingga Februari 2026

Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh memastikan stok beras mencapai 84.074 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan program pemerintah hingga Februari 2026.

{{caption}}
Stok Beras Bulog Sumut Aman hingga Lima Bulan Ke Depan

Bulog Sumut memastikan stok beras aman hingga lima bulan mendatang, mencapai 63.000 ton ditambah 3.000 ton beras premium, dan akan terus bertambah dengan penyerapan gabah dari petani.

{{caption}}
Stok Beras NTT Aman hingga 5 Bulan ke Depan, Bulog Pastikan Cukup untuk Lebaran

Bulog NTT memastikan stok beras aman hingga empat sampai lima bulan ke depan, mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.

{{caption}}
Stok Beras Bulog Sumut Aman Jelang Lebaran 2025, Harga Tetap Stabil

Bulog Sumut memastikan stok beras aman hingga Lebaran 2025 berkat panen raya di sejumlah daerah, sehingga harga beras tetap stabil menjelang hari raya.

{{caption}}
Bulog Maluku Pastikan Stok Beras Aman hingga 4 Bulan Ke Depan

Bulog Maluku memastikan stok beras mencapai 16.200 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat bulan ke depan, sekaligus menjamin stabilitas harga di pasaran.

{{caption}}
Bulog Sumut Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadhan: 50 Ribu Ton Siap Distribusi

Bulog Sumut memastikan stok beras mencapai 50 ribu ton menjelang Ramadhan, amankan kebutuhan masyarakat dan menyerap gabah petani lokal.

{{caption}}
Stok Beras Bulog Belitung Aman hingga 3 Bulan ke Depan

Perum Bulog Cabang Belitung memastikan stok beras mencapai 1.422 ton pada awal Februari 2025, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan, termasuk menjelang Ramadhan.

{{caption}}
Bulog Sumut Serap 50 Ton Beras Petani Lokal di Januari 2025

Perum Bulog Sumut telah menyerap lebih dari 50 ton beras dari petani lokal pada Januari 2025, sebagai bagian dari program stabilisasi pasokan dan harga pangan, dengan rencana penyerapan besar-besaran saat panen raya Maret mendatang.