Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
logo
LIVE
  • Auto
  • Dark Mode
  • Light Mode
  • Home
  • Hot News
  • Artis
  • Sains
  • Inspira
  • Sehat
  • Otomotif
  • Lifestyle
  • Sejarah
  • Travel
  • Sepakbol
  • Sport
  • Ngakak
LIVE
  • Auto
  • Dark Mode
  • Light Mode
  • Home
  • Hot News
  • Artis
  • Sains
  • Inspira
  • Sehat
  • Otomotif
  • Lifestyle
  • Sejarah
HEADLINE HARI INI
  1. Hot News

Tahukah Anda? Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945 Berlandaskan Azas Kekeluargaan, Bukan Konglomerasi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Pasal 33 UUD 1945 mengedepankan azas kekeluargaan ekonomi, bukan konglomerasi. Apa implikasinya bagi kesejahteraan rakyat?

Kamis, 24 Jul 2025 02:19:00
konten ai
Copied!
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Pasal 33 UUD 1945 mengedepankan azas kekeluargaan ekonomi, bukan konglomerasi. Apa implikasinya bagi kesejahteraan rakyat?
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Pasal 33 UUD 1945 mengedepankan azas kekeluargaan ekonomi, bukan konglomerasi. Apa implikasinya bagi kesejahteraan rakyat? (Planet Merdeka)
ADVERTISEMENT

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini kembali menegaskan pentingnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai landasan perekonomian nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada acara Hari Lahir (Harlah) Ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Rabu malam (24/7).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengajak seluruh hadirin untuk mencermati Pasal 33 UUD 1945. Pasal ini, yang juga sempat disinggung oleh Wakil Presiden Ke-13 RI, Ma'ruf Amin, menjadi sorotan utama dalam pidatonya.

Prabowo menekankan bahwa perekonomian Indonesia harus disusun berdasarkan azas kekeluargaan, bukan azas konglomerasi. Hal ini menggarisbawahi visi negara untuk mencapai tujuan nasional yang berpihak pada seluruh rakyat Indonesia sebagai satu kesatuan keluarga besar.

Filosofi Azas Kekeluargaan dalam Pasal 33 UUD 1945

Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyatakan bahwa Pasal 33 UUD 1945 merupakan tujuan fundamental bernegara yang mengedepankan prinsip kekeluargaan. Menurutnya, perekonomian harus diatur sebagai usaha bersama yang berlandaskan azas kekeluargaan, bukan dominasi konglomerasi. Ini berarti seluruh elemen bangsa harus diperlakukan secara adil dan setara, layaknya anggota keluarga.

Kepala Negara juga menyoroti bagaimana azas kekeluargaan ini bertentangan dengan mazhab-mazhab ekonomi tertentu, termasuk ekonomi neoliberal. Ia mengkritik pandangan ekonomi neoliberal yang meyakini bahwa kekayaan akan menetes ke bawah dari segelintir orang kaya, sebuah proses yang menurutnya sangat lambat dan tidak realistis bagi mayoritas rakyat.

Pernyataan Prabowo mengenai lambatnya "tetesan" kekayaan dari ekonomi neoliberal disambut antusias oleh hadirin. Sorak sorai dan dukungan mengiringi kritiknya terhadap model ekonomi yang dianggap tidak efektif dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Demokrasi dan Kesejahteraan Rakyat Menurut Prabowo

Dalam pidatonya, Prabowo mengajak hadirin untuk memahami Pasal 33 UUD 1945 yang, meskipun sederhana, menggariskan tujuan esensial bernegara: mewujudkan rakyat yang aman, sejahtera, tanpa kemiskinan, dan kelaparan. Ia menegaskan bahwa demokrasi, meskipun penting, tidak akan cukup jika tidak mampu menjawab kebutuhan dasar rakyat.

Presiden Prabowo secara spesifik menyebutkan bahwa demokrasi yang hanya bersifat formal atau normatif tidak akan bermakna jika rakyat masih menghadapi masalah seperti tidak memiliki rumah layak, kelaparan, stunting, atau kesulitan mencari pekerjaan. Baginya, tujuan bernegara adalah memastikan terpenuhinya hak-hak dasar tersebut.

Oleh karena itu, Kepala Negara kembali mengingatkan akan tujuan bernegara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, serta keadilan sosial. Hal ini sejalan dengan spirit Pasal 33 UUD 1945 yang mengatur prinsip ekonomi nasional, di antaranya:

  • Bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
  • Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Share
Copied!

Share

Better experience in portrait mode.
Image Saved!
Berita Terbaru
  • Viral Dapur SPPG di Tubaba Lampung Bagikan Uang Rp10 Ribu ke Penerima MBG, Ini Penjelasannya
  • 3 Laptop Rekomendasi untuk Profesional Content Creator yang Wajib Dimiliki
  • Cara Mengundang Teman di TikTok: Panduan Lengkap untuk Pemula
  • Meriahnya Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Beijing: Dari Guiqiao Hingga Kuliner Nusantara
  • Kukar, Lumbung Padi Kaltim, Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian Topang Pangan IKN: Fakta Produksi Fantastis!
  • ekonomi kekeluargaan
  • ekonomi neoliberal
  • indonesia
  • kebijakan ekonomi
  • kesejahteraan rakyat
  • konglomerasi
  • konten ai
  • pasal 33 uud 1945
  • pkb
  • #planetantara
  • prabowo subianto
  • uud 1945
Copied!
Artikel ini ditulis oleh
Redaksi Merdeka
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter
  • Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini ditulis ulang menggunakan artificial intelligence (AI). Jika ada kesalahan dalam konten, mohon laporkan ke redaksi.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

ADVERTISEMENT
Topik Populer

Topik Populer

  • Viral
  • Timnas
  • Prabowo Subianto
  • Piala AFF 2024
  • PPN 12 persen
  • Irish Bela
Rekomendasi
  • Tips Buka Puasa bagi Pasien Diabetes, Dokter: Sebaiknya Kenyang oleh Protein Bukan Nasi. (Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin)
    mbg

    Viral Dapur SPPG di Tubaba Lampung Bagikan Uang Rp10 Ribu ke Penerima MBG, Ini Penjelasannya

    2 Mar 2026
  • ASUS Zenbook A14. (Liputan6.com/ Yuslianson)
    laptop

    3 Laptop Rekomendasi untuk Profesional Content Creator yang Wajib Dimiliki

    12 Jan 2026
  • cara mengundang teman di tiktok
    aplikasi

    Cara Mengundang Teman di TikTok: Panduan Lengkap untuk Pemula

    5 Okt 2025
  • Suasana gembira menyelimuti Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Beijing, menarik perhatian ribuan pengunjung, termasuk para guiqiao, dengan ragam budaya dan kuliner.
    beijing china

    Meriahnya Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Beijing: Dari Guiqiao Hingga Kuliner Nusantara

    20 Agu 2025
  • Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) fokus pada Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian untuk menjadi penopang pangan IKN. Bagaimana strategi mereka meningkatkan produksi padi?
    ekonomi kukar

    Kukar, Lumbung Padi Kaltim, Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian Topang Pangan IKN: Fakta Produksi Fantastis!

    20 Agu 2025
ADVERTISEMENT
Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

  • Kurang dari 24 Jam, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Premanisme di Tambora Jakarta Barat

    cctv 16 Agu 2025
  • Viral Mengamen hingga Tengah Malam, Dinsos DKI Lakukan Penertiban Pengamen Anak Secara Persuasif

    Dinsos DKI 12 Agu 2025
  • Bikin Heboh! Wakil Menteri Ketenagakerjaan Tampil dengan Kaus One Piece Dukung Buruh Mogok, Simbol Perlawanan Ketidakadilan?

    Bendera Bajak Laut 8 Agu 2025
  • Viral Minta Rp100 Ribu, Juru Parkir Liar Tanah Abang Ditangkap Polisi

    hukum 30 Jul 2025
  • Kurang dari 24 Jam! Polisi Tangkap Dua Pencuri Tas Kereta di Tambora, Korban Rugi Rp10 Juta

    cctv 29 Jul 2025
logo
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap
  • Kapanlagi.com
  • Otosia
  • Liputan6
  • Fimela
  • Bola.net
  • Brilio
  • Bola.com
  • Merdeka
Connect with us

Copyright © 2026 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.