Tren Baru Lebaran 2025: Warga Jabar Lebih Cermat Kelola Keuangan, Tabungan Emas Meningkat Pesat
Masyarakat Jawa Barat kini lebih bijak dalam mengelola keuangan menjelang Lebaran 2025, dengan peningkatan signifikan pada tabungan emas di Pegadaian.

Bandung, 26 Maret 2024 (ANTARA) - Menjelang Ramadhan dan Lebaran 2025, Pegadaian Wilayah Kanwil X Jawa Barat mencatat perubahan signifikan dalam pola pengelolaan keuangan masyarakat. Perubahan ini ditandai dengan peningkatan minat masyarakat terhadap tabungan emas, menunjukkan perencanaan keuangan yang lebih matang.
Pemimpin Wilayah Kanwil X Jawa Barat, Dede Kurniawan, menjelaskan bahwa tren menebus barang gadai untuk Lebaran, khususnya perhiasan emas, mulai bergeser. "Selama beberapa tahun terakhir, kebiasaan masyarakat di Jawa Barat menjelang Lebaran lebih banyak memilih untuk menebus barang gadaian, terutama perhiasan emas, untuk digunakan saat merayakan Idul Fitri dan juga ada yang menggadaikan barang untuk kebutuhan lebaran," ungkap Dede dalam keterangannya di Kantor Wilayah X Pegadaian, Selasa.
Namun, kini masyarakat Jawa Barat menunjukkan kecenderungan untuk lebih bijaksana dalam mengatur pengeluaran. Mereka lebih memilih menebus barang sesuai kebutuhan dan mengalokasikan sisa dana untuk menambah tabungan emas atau bahkan melakukan top up. Hal ini menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang.
Pergeseran Pola Konsumsi dan Peningkatan Keamanan
Perubahan pola konsumsi ini tidak hanya berdampak positif pada pengelolaan keuangan pribadi, tetapi juga meningkatkan keamanan. Dengan mengurangi penggunaan perhiasan secara berlebihan, masyarakat dapat meminimalkan risiko kehilangan atau pencurian. Dede menambahkan, "Hal ini berdampak positif, tidak hanya pada pengelolaan keuangan pribadi, tetapi juga pada peningkatan keamanan, karena masyarakat tidak lagi memakai perhiasan secara berlebihan."
Edukasi mengenai manfaat tabungan emas juga berperan penting dalam perubahan ini. Masyarakat semakin memahami bahwa emas bukan hanya aset berharga, tetapi juga instrumen investasi yang menjanjikan. "Alhamdulillah, pada 2024-2025 ini, tingkat edukasi masyarakat mengenai manfaat tabungan emas sudah meningkat pesat. Mereka tidak hanya menggunakan emas sebagai aset berharga yang bisa disimpan, tetapi juga sebagai alat investasi yang terus berkembang seiring waktu. Dengan pencairan tunjangan hari raya (THR) masyarakat juga sudah terpola pengeluarannya dan sisanya banyak dilarikan ke tabungan emas," jelas Dede.
Peningkatan signifikan terlihat dari data Pegadaian Jawa Barat. Pertumbuhan layanan tabungan emas mencapai 103 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara program cicilan emas tumbuh hingga 135 persen. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap investasi emas sebagai pilihan yang menguntungkan.
Tabungan Emas: Solusi Investasi Terjangkau dan Fleksibel
Dengan jumlah nasabah Pegadaian di Jawa Barat mencapai 1,3 juta, sekitar 33 persen di antaranya telah memilih untuk menabung emas. Meskipun layanan gadai tetap diminati, terutama untuk perhiasan emas, tren menyimpan emas sebagai investasi jangka panjang semakin dominan. "Meskipun ada peningkatan dalam layanan gadai, khususnya untuk perhiasan emas, masyarakat lebih banyak yang memilih untuk menyimpan emas daripada menggadaikan barang berharga mereka," ujar Dede.
Pegadaian menawarkan program tabungan emas yang terjangkau dan fleksibel, termasuk melalui Pegadaian Digital. Layanan daring ini memungkinkan nasabah untuk menabung, melakukan transaksi gadai, atau cicilan emas kapan saja dan di mana saja. Kemudahan akses ini semakin mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap tabungan emas.
Pegadaian menargetkan capaian Rp1 triliun untuk program cicilan emas di Jawa Barat pada 2025. Hingga saat ini, mereka telah mencapai Rp250 miliar. Ke depannya, sosialisasi manfaat tabungan emas akan terus dilakukan, tidak hanya sebatas penjualan gram emas, tetapi juga menekankan pada manfaat investasi jangka panjang dan keamanan finansial.
Dede optimistis terhadap prospek tabungan emas di masa depan. "Ke depannya, kami akan terus mensosialisasikan manfaat tabungan emas kepada masyarakat. Kami tidak hanya berbicara soal penjualan gram emas, tetapi lebih kepada manfaat yang dapat diperoleh dari menabung emas, yang bisa digunakan sebagai investasi jangka panjang dan alat keamanan finansial," pungkas Dede.