Wagub DKI Jakarta Revitalisasi Puskesmas, Layani Warga Lebih Optimal
Wagub DKI Jakarta, Rano Karno, umumkan revitalisasi puskesmas di Jakarta untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, dimulai dengan puskesmas di Kamal dan menjadikan Puskesmas Pancoran sebagai contoh.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengumumkan rencana revitalisasi sejumlah gedung puskesmas di Jakarta. Pengumuman ini disampaikan pada Senin di Jakarta, menanggapi kondisi sejumlah puskesmas yang dinilai perlu peningkatan untuk melayani masyarakat secara optimal. Revitalisasi ini menjadi prioritas mengingat beberapa puskesmas telah beroperasi sejak tahun 1990-an dan membutuhkan pembaruan fasilitas.
Salah satu puskesmas yang menjadi fokus revitalisasi adalah Puskesmas Pembantu di Kamal, Jakarta. Lokasi puskesmas yang berada di tengah pasar menjadi pertimbangan utama. Peningkatan kapasitas puskesmas ini dinilai penting seiring dengan pertumbuhan populasi penduduk di wilayah tersebut. "Dulu itu puskesmas pembantu, tapi karena sekarang populasi masyarakat bertambah, maka harus segera direvitalisasi," jelas Rano.
Revitalisasi puskesmas ini merupakan bukti komitmen Pemprov DKI Jakarta terhadap kesehatan warganya. Rano Karno mencontohkan Puskesmas Pancoran di Jakarta Selatan sebagai standar yang baik, baik dari segi gedung maupun tenaga medis. Puskesmas Pancoran, yang dibangun dengan dana APBD DKI Jakarta, selesai dibangun pada Desember 2024, menjadi model untuk puskesmas lainnya.
Revitalisasi Puskesmas: Langkah Pemprov DKI Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Pemprov DKI Jakarta berencana merevitalisasi seluruh gedung puskesmas di wilayahnya. Revitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Jakarta. Puskesmas yang sudah tua dan fasilitasnya kurang memadai akan direnovasi dan dimodernisasi.
Program revitalisasi ini mencakup perbaikan infrastruktur, penambahan peralatan medis modern, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan revitalisasi, diharapkan puskesmas dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif dan efisien.
Puskesmas Pancoran, yang baru selesai dibangun, menjadi contoh bagi puskesmas lainnya. Puskesmas ini memiliki fasilitas modern dan tenaga kesehatan yang profesional. Pemprov DKI berharap puskesmas-puskesmas lain dapat meniru standar yang telah ditetapkan oleh Puskesmas Pancoran.
Puskesmas Pancoran: Model Puskesmas Modern di Jakarta
Puskesmas Pancoran, dibangun di atas lahan seluas 849 m2 dan terdiri dari lima lantai, menjadi contoh bagi puskesmas lainnya di Jakarta. Pembangunannya yang rampung pada Desember 2024 menandai komitmen Pemprov DKI dalam meningkatkan fasilitas kesehatan.
Puskesmas ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas kesehatan modern dan tenaga kesehatan profesional. Selain sebagai tempat pengobatan, Puskesmas Pancoran juga diharapkan dapat menjadi pusat edukasi dan promosi kesehatan masyarakat.
Dengan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai, Puskesmas Pancoran diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi kepada masyarakat. Keberadaan puskesmas ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Wagub Rano Karno juga menekankan pentingnya aspek budaya Betawi dalam desain puskesmas. Beliau menyarankan penambahan cat warna hijau pada ornamen gigi balang di depan Puskesmas Pancoran untuk memberikan sentuhan khas Betawi. "Bangunan ini sudah Jakarta, tapi belum Betawi. Ini kalau gigi balang di depan dikasih warna hijau, itu kayak teras rumahnya 'Si Doel'. Itu akan jauh lebih bagus," ujarnya.
Pembangunan Puskesmas Pancoran menggunakan dana APBD DKI Jakarta. Pembangunan ini dimulai pada Mei 2024 dan selesai pada Desember 2024. Pemprov DKI berharap revitalisasi puskesmas dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta.
Rano Karno juga berharap revitalisasi puskesmas dapat mendukung terciptanya gaya hidup sehat di Jakarta. Beliau menekankan pentingnya sumber daya manusia yang sehat untuk membangun Jakarta sebagai kota global. "Jadikan Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan, sekaligus sumber informasi untuk meningkatkan kualitas hidup," katanya. Dengan demikian, revitalisasi puskesmas tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan dan edukasi kesehatan.