Wagub Sulsel Apresiasi IWATI: Perempuan, Keberagaman, dan Pembangunan
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, memuji peran penting Ikatan Wanita Tionghoa Indonesia (IWATI) dalam merawat keberagaman dan memberdayakan perempuan di Sulawesi Selatan.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, memberikan apresiasi tinggi kepada Ikatan Wanita Tionghoa Indonesia (IWATI) atas kontribusinya dalam merawat keberagaman dan memberdayakan perempuan di Sulawesi Selatan. Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu lalu di Makassar saat beliau menerima kunjungan pengurus IWATI. Kehadiran IWATI, menurut Wagub, sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya perempuan, dan berperan signifikan dalam menjaga keberagaman di daerah tersebut.
Fatmawati menekankan bahwa IWATI telah menjadi bagian integral dalam pembangunan Sulsel. Organisasi ini tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga mendorong partisipasi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan. Beliau berharap agar kontribusi IWATI dapat menjangkau lebih banyak elemen masyarakat dan semakin meluas dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Wagub Fatmawati mengharapkan IWATI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi, memfasilitasi, dan mensosialisasikan program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan perempuan. Dengan usia IWATI yang telah mencapai kurang lebih 30 tahun, diharapkan kontribusi organisasi ini akan semakin besar dan signifikan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
IWATI: Kolaborasi untuk Perempuan Sulsel
Fatmawati Rusdi juga berharap IWATI dapat merangkul lebih banyak perempuan dari berbagai latar belakang, sehingga dapat memberdayakan mereka secara ekonomi dan sosial. "Saya berharap agar IWATI bisa merangkul lebih banyak lagi perempuan, sehingga bisa berdiri di kaki sendiri menopang kehidupan," tutur Wagub Fatmawati.
Hal senada disampaikan Pembina IWATI, Lucia Wijaya. Beliau menyampaikan harapan besar untuk berkolaborasi dengan Wagub Fatmawati, perempuan pertama yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulsel, dalam berbagai program kerja sosial. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat peran IWATI dalam pemberdayan perempuan di Sulawesi Selatan.
Dalam waktu dekat, tepatnya pada tanggal 28 April 2025, IWATI akan menyelenggarakan pengukuhan dan rapat kerja pengurus di Makassar. Acara ini menjadi momentum penting untuk merumuskan program kerja ke depan dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah.
Pelatihan dan Pemberdayaan UMKM Perempuan
Lucia Wijaya juga menambahkan bahwa selama ini pemerintah telah berperan besar dalam mensinergikan program untuk mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola oleh perempuan. IWATI berharap dapat meningkatkan sinergi ini dengan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan bagi perempuan, tidak hanya dari kalangan Tionghoa, tetapi juga dari berbagai latar belakang.
"Kita ingin nanti ada pelatihan untuk teman-teman perempuan, bukan hanya dari Tionghoa, tapi secara umum," ujar Lucia Wijaya. Hal ini menunjukkan komitmen IWATI untuk memberdayakan perempuan secara inklusif dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan secara luas.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti IWATI, diharapkan pemberdayaan perempuan di Sulawesi Selatan dapat semakin optimal dan berkontribusi pada pembangunan daerah yang berkelanjutan. Peran IWATI dalam merawat keberagaman dan memberdayakan perempuan menjadi contoh nyata bagaimana organisasi masyarakat dapat berperan aktif dalam pembangunan nasional.