Wakil Bupati Jayapura Sukses Mediasi Bentrokan di Sentani
Wakil Bupati Jayapura, Haris R. Yocku, berhasil memediasi bentrokan antarwarga di Kampung Harapan, Sentani Timur, yang dipicu oleh penyerangan di Gereja GKI Filadelfia.
Jayapura, 2 April 2025 - Ketegangan di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, berhasil diredakan berkat mediasi Wakil Bupati Jayapura, Haris R. Yocku. Bentrokan antarwarga yang terjadi di Gedung Gereja GKI Filadelfia dipicu oleh penyerangan yang terjadi pada Rabu, 2 April 2025, menuntut intervensi cepat pemerintah daerah untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut. Langkah cepat Wakil Bupati ini berhasil meredakan situasi dan membuka jalan menuju perdamaian.
Informasi mengenai bentrokan tersebut langsung ditanggapi serius oleh pemerintah daerah. Wakil Bupati Haris R. Yocku langsung turun ke lapangan untuk bertemu dengan kedua kelompok yang bertikai. Beliau menekankan pentingnya peran pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, aparat kepolisian, dan TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. Kerja sama semua pihak dinilai krusial untuk menciptakan solusi damai dan berkelanjutan.
Mediasi yang dilakukan Wakil Bupati melibatkan pertemuan terpisah dengan kedua kubu yang bertikai. Tujuannya adalah untuk memahami akar permasalahan dan mencari solusi yang terbaik. Proses mediasi ini menekankan pentingnya dialog dan musyawarah untuk mencapai kesepakatan damai. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang damai dan berkeadilan.
Mediasi Antar Kubu yang Bertikai
Wakil Bupati Jayapura, Haris R. Yocku, mengungkapkan bahwa dirinya bertemu kedua kubu yang bertikai di tempat terpisah di Kampung Harapan. Pertemuan ini bertujuan untuk menggali informasi lebih detail mengenai akar permasalahan yang memicu bentrokan. Setelah memahami duduk permasalahan, beliau kemudian memfasilitasi mediasi untuk mencapai kesepakatan damai.
Dalam mediasi tersebut, Wakil Bupati menekankan pentingnya menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi. Penyelesaian konflik, menurutnya, harus dilakukan dengan kepala dingin dan mengedepankan semangat persaudaraan. Beliau juga mengajak semua pihak untuk fokus pada pencarian solusi yang adil dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah, dalam hal ini, tidak hanya berperan sebagai mediator, tetapi juga aktif melibatkan tokoh adat dan tokoh agama dalam proses penyelesaian konflik. Hal ini bertujuan untuk memastikan solusi yang dihasilkan dapat diterima oleh semua pihak dan mempertimbangkan aspek kearifan lokal.
Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, diharapkan solusi yang dihasilkan dapat lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Kronologi Kejadian dan Akar Permasalahan
Menurut keterangan Wakil Bupati, kronologi kejadian bermula dari masuknya sekelompok orang luar ke Gedung Gereja GKI Filadelfia Kampung Harapan pada Rabu, 2 April 2025. Kelompok ini kemudian menyerang jemaat yang sedang menjalankan ibadah sakramen pernikahan kudus.
Penyerangan tersebut ternyata merupakan buntut dari peristiwa pemukulan terhadap seorang pemuda pada Senin, 31 Maret 2025 malam. Pemuda tersebut diduga hendak mencuri kendaraan bermotor di area gereja saat ibadah kunci bulan sedang berlangsung. Insiden pemukulan ini kemudian memicu reaksi dan berujung pada penyerangan di gereja.
Dengan memahami kronologi kejadian dan akar permasalahan, mediasi yang dilakukan Wakil Bupati diharapkan dapat menghasilkan solusi yang adil dan mengakhiri konflik antarwarga di Kampung Harapan.
Pemerintah Kabupaten Jayapura berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya. Keberhasilan mediasi ini menjadi bukti nyata komitmen tersebut dan diharapkan dapat menjadi contoh dalam penyelesaian konflik di daerah lain.