Waspada Banjir! BPBD Palangka Raya Imbau Warga Bantaran Sungai Tetap Siaga
BPBD Kota Palangka Raya meminta warga bantaran Sungai Kahayan meningkatkan kewaspadaan menyusul kenaikan debit air dan potensi banjir susulan di musim hujan.

Banjir kembali mengancam Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mengimbau warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Kahayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Peringatan ini disampaikan menyusul kenaikan debit air sungai yang telah mengakibatkan beberapa wilayah terendam banjir.
"Saat ini mulai terjadi kenaikan debit air Sungai Kahayan yang mengakibatkan sejumlah wilayah terdampak banjir. Kami minta warga tetap waspada," ujar Kalaksa BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, di Palangka Raya, Jumat (21/3).
Berdasarkan data BPBD pada Kamis (20/3), tercatat 21.097 warga dari 6.852 kepala keluarga terdampak banjir. Sebanyak 3.892 rumah di 16 kelurahan dari empat kecamatan di Kota Palangka Raya turut terdampak. Kenaikan debit air signifikan terlihat di beberapa titik, seperti Jalan Anoi (Kelurahan Palangka), Gang Mandau dan Jalan Kalimantan (Kelurahan Langkai), serta Jalan Riau dan kawasan Rindang Banua. Kenaikan ketinggian air berkisar antara 5 hingga 10 centimeter.
Kenaikan Debit Air Sungai Kahayan
Kenaikan debit air Sungai Kahayan disebabkan oleh hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, yang merupakan hulu sungai. Situasi ini diperparah dengan hujan yang juga melanda Kota Palangka Raya. "Kenaikan debit air Sungai Kahayan ini terjadi karena sejumlah wilayah Kalteng yang menjadi hulu sungai mulai diguyur hujan lebat. Kondisi ini ditambah dengan juga diguyurnya hujan di Kota Palangka Raya," jelas Budi.
Kenaikan air rata-rata menggenangi jalan lingkungan dan sebagian perumahan warga. Genangan air di jalan disebabkan oleh naiknya tinggi muka air sungai. BPBD Kota Palangka Raya terus melakukan pemantauan berkala di titik-titik pantau untuk mengantisipasi meluasnya dampak banjir.
Pemantauan tersebut juga bertujuan untuk memetakan potensi ancaman banjir dan menyiapkan lokasi strategis sebagai pusat evakuasi dan pengungsian jika rumah warga tak dapat dihuni akibat banjir. BPBD juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mendapatkan informasi prakiraan cuaca harian dan mingguan.
Imbauan kepada Warga
Selain pemantauan dan koordinasi, BPBD juga memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran sungai atau kawasan dataran rendah. Warga diminta untuk tidak meletakkan barang elektronik di lantai rumah untuk mengantisipasi kerusakan akibat banjir yang mungkin datang tiba-tiba. "Kami juga meminta masyarakat di bantaran sungai atau kawasan dataran rendah juga diminta tidak meletakkan barang elektronik di lantai. Hal ini, untuk mengantisipasi bahaya jika banjir datang tiba-tiba," pesan Kalaksa BPBD Kota Palangka Raya.
BPBD Palangka Raya menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan warga menghadapi potensi banjir susulan. Langkah-langkah antisipasi dan koordinasi yang dilakukan diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif banjir bagi masyarakat Kota Palangka Raya.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terkini dari BPBD dan BMKG serta mengikuti arahan petugas jika terjadi keadaan darurat. Kesiapsiagaan dan kerjasama antara warga dan pemerintah daerah sangat penting dalam menghadapi bencana alam seperti banjir.