Waspada Banjir! BWS Imbau Warga di Sepanjang Sungai Tondano Siaga
Balai Wilayah Sungai Sulawesi I mengimbau masyarakat di sepanjang aliran Sungai Tondano untuk waspada banjir menyusul meluapnya Bendungan Kuwil Kawangkoan akibat hujan lebat.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I mengimbau masyarakat di sepanjang aliran Sungai Tondano, Sulawesi Utara, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir. Imbauan ini dikeluarkan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda Manado dan sekitarnya, serta meluapnya Bendungan Kuwil Kawangkoan.
Kepala BWS Sulawesi I, Sugeng Harianto, menyampaikan imbauan tersebut di Manado pada Sabtu, 22 Maret 2024. "Kami mengimbau agar masyarakat dan semua pihak di sepanjang aliran Sungai Tondano di Kota Manado terus bersiaga," ujar Sugeng. Pernyataan ini disampaikan setelah Bendungan Kuwil Kawangkoan mencapai kapasitas maksimum dan mengalami spill out (meluber) pada Jumat malam, 21 Maret 2024, pukul 22.08 WITA.
Situasi ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur daerah aliran sungai (DAS) Tondano. Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi menyebabkan peningkatan debit air Sungai Tondano secara signifikan, sehingga meningkatkan risiko banjir di wilayah hilir.
Bendungan Kuwil Kawangkoan Meluap
Pada Jumat malam, Bendungan Kuwil Kawangkoan mencapai kapasitas maksimumnya, yaitu 26,89 juta meter kubik pada elevasi plus 100,2 dpl. Kondisi ini memaksa bendungan untuk melakukan spill out, atau melepaskan kelebihan air melalui ambang pelimpah spillway. Air yang dilepaskan mengalir menuju Sungai Tondano dan bermuara di Teluk Manado.
Meskipun demikian, hingga Sabtu pukul 16.10 WITA, pasokan air dari hulu (Sungai Tondano) masih terus mengalir ke Bendungan Kuwil Kawangkoan. Hal ini menunjukkan bahwa potensi banjir masih tetap ada, terutama jika hujan lebat kembali terjadi di daerah hulu atau hujan lokal di hilir bendungan.
Sugeng Harianto menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, bukan kepanikan. "Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik, tapi siap siaga karena berdasarkan ramalan BMKG potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih mungkin terjadi di hulu maupun hujan lokal di hilir bendungan, khususnya DAS Tikala dan Kota Manado," jelasnya.
Antisipasi Banjir dan Dampaknya
BWS Sulawesi I menegaskan bahwa fungsi Bendungan Kuwil Kawangkoan telah berhasil mereduksi dampak banjir di daerah tersebut. Namun, hujan deras yang terjadi di beberapa wilayah sekitar Manado tetap menyebabkan banjir di sejumlah titik di daerah hilir. Pihak terkait terus melakukan upaya evakuasi dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca secara berkala dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Kesigapan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalisir dampak negatif dari potensi banjir yang mungkin terjadi.
Meskipun bendungan berfungsi mengurangi risiko banjir, kewaspadaan tetap diperlukan. Masyarakat dihimbau untuk mempersiapkan diri dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk langkah-langkah evakuasi dan penyelamatan jika diperlukan.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya sistem peringatan dini dan mitigasi bencana di daerah rawan banjir. Kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait sangat krusial dalam menghadapi bencana alam dan meminimalisir kerugian yang ditimbulkan.