Yayasan Aura Welas Asih Bantah Rawat Samson, ODGJ yang Tewas Diamuk Massa
Yayasan Aura Welas Asih di Sukabumi membantah merawat Samson, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tewas dimassa, dan menegaskan tidak ada data perawatan Samson dalam arsip mereka.

Sukabumi, Jawa Barat, 28 Februari 2024 (ANTARA) - Sebuah bantahan tegas dilontarkan Yayasan Aura Welas Asih, panti rehabilitasi mental di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Yayasan tersebut membantah pernyataan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi yang menyebutkan bahwa mereka pernah merawat Suherlan (33), alias Samson, seorang ODGJ yang tewas dimassa pada Jumat, 21 Februari 2024. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai alur perawatan dan penanganan ODGJ di daerah tersebut.
Irgiana Saputra, Staf Administrasi Yayasan Aura Welas Asih, memberikan klarifikasi resmi pada Kamis, 28 Februari 2024. Ia menyatakan dengan tegas, "Samson tidak pernah sekalipun dirawat atau direhabilitasi di Panti Aura Welas Asih." Klarifikasi ini dilakukan sebagai respons atas informasi yang beredar luas di masyarakat, yang menyebutkan bahwa yayasan tersebut pernah memberikan perawatan kepada Samson.
Pihak yayasan telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap data pasien, baik yang sedang dirawat maupun yang telah dipulangkan. Hasilnya, nama Samson tidak ditemukan dalam buku daftar pasien maupun arsip yayasan lainnya. Ketidakhadiran data Samson ini semakin memperkuat bantahan Yayasan Aura Welas Asih.
Klarifikasi dan Penelusuran Data Pasien
Irgiana menjelaskan bahwa setiap pasien yang dirawat di panti memiliki catatan administrasi lengkap, termasuk tanggal masuk, tanggal keluar, dan nama penanggung jawab. "Namun, kami pastikan tidak ada data Suherlan alias Samson dalam arsip yayasan," tegasnya. Pernyataan para perawat di panti juga mendukung klaim ini, menegaskan bahwa ODGJ yang sering keluar masuk RS Marzoeki Mahdi Kota Bogor tersebut tidak pernah dirawat di Panti Aura Welas Asih.
Irgiana menambahkan bahwa yayasan tidak akan mengambil tindakan hukum lebih lanjut terkait pernyataan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Ia menilai bahwa pernyataan tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Sikap ini menunjukkan komitmen yayasan untuk fokus pada perawatan pasien ODGJ.
Meskipun demikian, Yayasan Aura Welas Asih tetap berkomitmen untuk memberikan bantuan dan perawatan kepada ODGJ. "Tujuan didirikan yayasan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap ODGJ yang hingga saat ini belum mendapatkan perhatian khusus, padahal mereka sama seperti manusia biasa lainnya, hanya saja sedang sakit," ungkap Irgiana.
Sejarah dan Layanan Yayasan Aura Welas Asih
Panti Aura Welas Asih telah berdiri sejak tahun 2014 dan telah merawat ratusan pasien ODGJ dari berbagai daerah, tidak hanya dari wilayah Sukabumi saja. Mayoritas pasien berasal dari keluarga tidak mampu dan banyak yang ditelantarkan oleh keluarganya. Ada juga ODGJ yang dievakuasi dari jalanan, menunjukkan komitmen yayasan dalam memberikan perlindungan dan perawatan bagi mereka yang membutuhkan.
Yayasan ini memberikan layanan perawatan dan rehabilitasi bagi para pasien ODGJ. Layanan ini sangat penting mengingat masih banyaknya ODGJ yang membutuhkan perawatan dan dukungan. Kejadian tewasnya Samson menjadi sorotan dan menyoroti pentingnya penanganan ODGJ yang lebih baik dan terintegrasi di Indonesia.
Kejadian ini juga menyoroti perlunya koordinasi yang lebih baik antar lembaga terkait dalam penanganan ODGJ. Informasi yang akurat dan valid sangat penting untuk mencegah kesalahpahaman dan memastikan penanganan yang tepat bagi para ODGJ.
Ke depan, diharapkan akan ada peningkatan kerjasama dan koordinasi yang lebih baik antara Dinas Kesehatan, panti rehabilitasi, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan perawatan yang optimal bagi ODGJ dan mencegah kejadian serupa terjadi lagi. Perlu adanya sistem pendataan yang terintegrasi dan akurat untuk memastikan setiap ODGJ mendapatkan perawatan yang layak.