Capaian Gemilang: 110 Event Karisma Event Nusantara 2025 Siap Pacu Ekonomi dan Pariwisata Lokal
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa umumkan 110 event Karisma Event Nusantara 2025 siap digelar, berpotensi besar dongkrak perekonomian dan pariwisata daerah.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Ni Luh Puspa baru-baru ini mengumumkan kabar gembira bagi sektor pariwisata Indonesia. Sebanyak 110 event dari berbagai daerah telah resmi masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2025. Pengumuman ini disampaikan dalam keterangan resminya di Jakarta pada Minggu (17/8).
Agenda KEN 2025 ini merupakan inisiatif strategis Kementerian Pariwisata untuk menggerakkan roda perekonomian daerah secara signifikan. Selain itu, program ini bertujuan menghadirkan daya tarik wisata baru di setiap wilayah. Upaya ini juga berfokus pada pelestarian budaya lokal melalui penyelenggaraan event yang berkualitas.
Melalui Event by Indonesia, pemerintah berharap dapat memaksimalkan potensi pariwisata domestik dan internasional. Langkah ini diambil sebagai respons positif terhadap capaian kinerja sektor pariwisata pada semester I tahun 2025. Data terbaru menunjukkan bahwa hingga 4 Agustus 2025, sebanyak 46 event KEN telah sukses dilaksanakan di 25 provinsi.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata Karisma Event Nusantara
Keberhasilan pelaksanaan Karisma Event Nusantara (KEN) pada paruh pertama tahun 2025 menunjukkan dampak ekonomi yang substansial. Dari 46 event yang telah berjalan, 42 di antaranya telah selesai dikaji dampaknya secara menyeluruh. Hasil kajian ini mencatat angka yang impresif dalam berbagai indikator.
Data menunjukkan bahwa event-event tersebut berhasil menarik lebih dari 5,07 juta pengunjung. Angka transaksi ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp463,07 miliar, menunjukkan perputaran uang yang signifikan di tingkat lokal. Selain itu, program ini secara langsung melibatkan lebih dari 6 ribu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh daerah.
Dampak positif KEN juga terasa pada sektor ketenagakerjaan dan seni budaya. Lebih dari 68 ribu pekerja seni turut serta dalam berbagai event tersebut, menunjukkan vitalitas industri kreatif. Program ini juga berhasil membuka lapangan kerja bagi sekitar 60 ribu tenaga kerja, memberikan kontribusi nyata terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, dua event masih berlangsung, dan 58 event lainnya dijadwalkan hingga akhir 2025, diharapkan terus menjadi motor aktivasi pariwisata dan ekonomi.
Upaya Revalidasi Geopark Kaldera Toba untuk Status Global UNESCO
Selain fokus pada Karisma Event Nusantara, Kementerian Pariwisata juga menyoroti pentingnya status Geopark Kaldera Toba. Wakil Menteri Ni Luh Puspa menyatakan harapannya agar otorita setempat dapat meraih kembali status kartu hijau dari UNESCO Global Geopark. Proses revalidasi untuk Geopark Kaldera Toba sendiri telah berlangsung pada 21-25 Juli 2025.
Hasil dari revalidasi ini akan menjadi penentu penting bagi masa depan Geopark Kaldera Toba. Laporan tersebut akan dibawa ke sidang UNESCO Global Geopark yang dijadwalkan pada 5-6 September 2025 di Chile. Keputusan akhir mengenai status Geopark Kaldera Toba akan diumumkan pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO pada tahun 2026 di Paris, Prancis.
Untuk mendukung proses revalidasi ini, berbagai upaya lintas Kementerian dan Lembaga telah dilakukan secara sinergis. Kementerian ESDM berkontribusi dengan peta interpretasi, sementara Kementerian Perhubungan turut serta dengan pengumuman penerbangan. Kementerian Pariwisata sendiri telah aktif mendukung perbaikan fundamental melalui Seminar Nasional Pengelolaan Geopark dan Rapat Koordinasi Persiapan Revalidasi bersama tujuh kepala daerah.
Selain itu, pemerintah juga menggelar "The 1st International Conference on Toba Caldera Global Geopark 2025" yang dihadiri peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan. Pra-revalidasi juga telah dilakukan dengan melibatkan asesor independen dari Korea Selatan. Ni Luh Puspa menekankan komitmen Kementerian Pariwisata bersama para pemangku kepentingan untuk menjaga dan mengembangkan daya tarik wisata alam agar semakin berkualitas dan berkelanjutan. Optimisme tinggi disampaikan Wamenparekraf bahwa Geopark Toba akan kembali meraih status "green card", dan mengajak semua pihak untuk merawat status tersebut bersama-sama.