Kesiapan SPKLU Jelang Mudik Lebaran: Cukupkah untuk Hadapi Lonjakan Kendaraan Listrik?
Pengamat nilai kesiapan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mudik Lebaran masih perlu ditingkatkan, terutama pemerataan di luar Pulau Jawa dan penambahan kapasitas pengisian daya.

Jakarta, 27 Februari 2024 - Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menyoroti kesiapan infrastruktur pendukung mobil listrik, khususnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), menjelang mudik Lebaran. Menurutnya, kesiapan tersebut masih perlu ditingkatkan untuk menghadapi lonjakan pengguna kendaraan listrik (EV) selama periode mudik.
Meskipun terdapat kemajuan dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia, kecukupan SPKLU untuk memenuhi kebutuhan pemudik yang menggunakan EV masih dipertanyakan. Data PLN Mobile per Kamis menunjukkan terdapat 3.518 SPKLU tersebar di seluruh Indonesia, namun distribusi yang tidak merata menjadi tantangan utama.
Yannes mempertanyakan apakah jumlah SPKLU tersebut sudah memadai untuk menampung lonjakan kendaraan listrik selama musim mudik Lebaran. Ia menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur ini untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik yang menggunakan kendaraan listrik.
Distribusi SPKLU yang Tidak Merata
Salah satu kendala utama adalah sebaran SPKLU yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan kesulitan bagi pemudik yang menggunakan kendaraan listrik di luar Pulau Jawa. "Distribusi yang belum merata di luar Jawa dan potensi antrean karena waktu pengisian menjadi tantangan," ujar Yannes.
Tidak hanya sebaran geografis, kapasitas SPKLU juga perlu ditingkatkan. Penambahan slot pengisian daya dan penyediaan unit pengisian daya cepat sangat penting untuk mengurangi waktu tunggu, terutama saat puncak arus mudik. Antrean panjang di SPKLU dapat mengganggu kelancaran perjalanan para pemudik.
Yannes juga menyarankan agar pemerintah dan PLN memperhatikan peningkatan kapasitas SPKLU yang ada. Hal ini akan sangat membantu dalam mengatasi potensi kemacetan dan memastikan kenyamanan para pemudik yang menggunakan kendaraan listrik.
Upaya PLN dalam Peningkatan Infrastruktur SPKLU
PLN sendiri telah berupaya meningkatkan infrastruktur pendukung mobil listrik. Sepanjang tahun 2024, PLN terus membangun SPKLU di berbagai lokasi strategis, seperti pusat perbelanjaan, pusat bisnis, perkantoran, destinasi wisata, dan sepanjang jalur mudik.
Peningkatan jumlah SPKLU paling signifikan tercatat di sepanjang ruas jalur Trans Jawa dan Trans Sumatra. PLN telah menyediakan 500 unit SPKLU di 297 lokasi di jalur-jalur utama tersebut untuk memenuhi kebutuhan pengendara EV. Namun, upaya ini masih perlu ditingkatkan untuk memastikan kesiapan menghadapi lonjakan permintaan selama mudik Lebaran.
Meskipun terdapat peningkatan jumlah SPKLU, peningkatan kapasitas dan pemerataan distribusi di luar Jawa tetap menjadi prioritas untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan para pemudik yang menggunakan kendaraan listrik.
Perlu adanya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah, PLN, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung mobil listrik menjelang mudik Lebaran. Hal ini penting untuk mendukung program pemerintah dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Kesimpulannya, meskipun terdapat upaya peningkatan infrastruktur SPKLU, kesiapan menghadapi lonjakan kendaraan listrik selama mudik Lebaran masih perlu dievaluasi dan ditingkatkan. Pemerataan distribusi dan peningkatan kapasitas SPKLU di luar Pulau Jawa menjadi fokus utama yang perlu diperhatikan.