Menpar Tinjau Kesiapan Mudik di Stasiun Pasar Senen, Imbau Jaga Kesehatan Pemudik
Menteri Pariwisata meninjau Stasiun Pasar Senen, memberikan imbauan kesehatan kepada pemudik Lebaran dan menekankan pentingnya menjaga kapasitas destinasi wisata.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana hari Kamis (27/3) meninjau Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana stasiun dalam menghadapi lonjakan pemudik Lebaran. Didampingi oleh Direktur Operasi PT KAI, Kepala KAI Daerah Operasi 1, dan Kepala Stasiun Besar Senen, Menpar Widiyanti tiba pukul 11.39 WIB.
Dalam kunjungannya, Menpar Widiyanti tidak hanya meninjau kesiapan pelayanan PT KAI, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pemudik. Ia membagikan bingkisan dan menyampaikan imbauan penting terkait kesehatan dan keselamatan perjalanan. Kunjungan ini mencakup pemeriksaan fasilitas pendukung di stasiun untuk memastikan kenyamanan para pemudik selama perjalanan mudik Lebaran.
Selain meninjau Stasiun Pasar Senen, Menpar juga mengunjungi beberapa destinasi wisata di Jakarta, seperti Jakarta Aquarium dan Hotel ARTOTEL Thamrin. Hal ini menunjukkan komitmen Kementerian Pariwisata dalam mendukung industri pariwisata dalam negeri melalui promosi dan kolaborasi aktif dengan berbagai pihak terkait.
Kesiapan Transportasi dan Imbauan Kesehatan
Menpar Widiyanti menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan mudik. "Selalu jaga kesehatan dan mengecek selalu perkiraan cuaca, karena kadang-kadang masih turun hujan. Jaga keamanan dalam perjalanan," pesannya kepada para pemudik. Imbauan ini sangat relevan mengingat sejumlah wilayah masih mengalami hujan lebat.
Lebih lanjut, Menpar juga mengingatkan pentingnya pengelola kawasan wisata, hotel, dan restoran untuk selalu menjaga kebersihan dan keamanan fasilitas. Pengaturan arus kunjungan wisatawan juga menjadi perhatian utama agar tidak melebihi kapasitas dan membahayakan pengunjung. "Untuk kapasitas dari atraksi wisata ini juga harus dipastikan untuk dijaga, jangan terlalu penuh dan membahayakan wisatawan," tegasnya.
Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus mendukung industri pariwisata dalam negeri. Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai program promosi dan pengembangan paket wisata yang dirancang untuk menarik wisatawan domestik. Kolaborasi dengan berbagai pihak terkait menjadi kunci keberhasilan strategi ini.
Antisipasi Lonjakan Pemudik Lebaran
Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik Lebaran tahun ini mencapai angka yang signifikan, yaitu 146,48 juta orang. Angka ini setara dengan sekitar 52 persen dari total penduduk Indonesia. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2025 (H-3 Lebaran) dengan pergerakan orang mencapai 12,1 juta jiwa.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 6 April 2025 (H+5 Lebaran) dengan pergerakan orang sebanyak 31,49 juta jiwa. Berdasarkan survei, moda transportasi yang paling banyak digunakan untuk mudik adalah mobil pribadi (23 persen), diikuti bus (16,9 persen), kereta api antarkota (16,1 persen), pesawat terbang (13,5 persen), dan sepeda motor (8,7 persen).
Data ini menunjukkan pentingnya antisipasi dan koordinasi antar instansi terkait untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan mudik Lebaran. Kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi menjadi kunci dalam memberikan kenyamanan bagi para pemudik.
Pemerintah terus berupaya untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Upaya ini mencakup peningkatan kapasitas transportasi, penyediaan fasilitas pendukung, dan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap menjaga keselamatan dan kesehatan selama perjalanan.
Kesimpulan
Kunjungan Menpar ke Stasiun Pasar Senen menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap kelancaran mudik Lebaran. Imbauan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan perjalanan, serta perhatian terhadap kapasitas destinasi wisata, menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang merayakan Lebaran.