Seimbangkan Porsi Kerja untuk Kesehatan Mental: Tips dari Psikolog
Psikolog Nena Mawar Sari menekankan pentingnya keseimbangan porsi kerja, batasan diri, dan pola hidup harmonis untuk menjaga kesehatan mental pekerja, serta menyarankan perusahaan untuk memperhatikan kesehatan mental karyawan.

Jakarta, 14 Februari 2024 (ANTARA) - Menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan pekerjaan yang tinggi menjadi perhatian penting. Psikolog Klinis RSUD Wangaya Denpasar, Nena Mawar Sari, memberikan solusi praktis: keseimbangan. Bukan hanya sekedar bekerja keras, tetapi juga memahami batasan diri dan menciptakan harmoni dalam kehidupan pribadi.
Keseimbangan Porsi Kerja: Kunci Utama Kesehatan Mental
Menurut Nena, keseimbangan dalam porsi kerja sangat krusial. Ini berarti mengatur jam kerja, interaksi keluarga, dan pola hidup secara harmonis. "Memberikan keseimbangan dalam porsi, jadi jam kerjanya, interaksi dengan keluarga, bagaimana pola hidupnya satu kesatuan yang harmonis," ujar Nena dalam wawancara dengan ANTARA.
Ia menambahkan, perusahaan juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mental karyawan. Menyelenggarakan sharing session dengan psikolog dapat menjadi dukungan berharga bagi para pekerja. Lingkungan kerja yang mendukung dan budaya kerja yang sehat juga perlu diperhatikan oleh manajemen perusahaan.
Menetapkan Batasan: Belajar Mengatakan "Tidak"
Di sisi individu, Nena menekankan pentingnya menetapkan batasan. Berani mengatakan "tidak" pada pekerjaan tambahan atau permintaan yang berlebihan adalah bentuk asertivitas yang penting. "Relasi kita dengan orang-orang yang berpotensi membuat kita stres juga perlu diatur, jadi bersikap asertif atau berani mengatakan tidak tanpa rasa bersalah perlu dilakukan oleh setiap karyawan," jelasnya.
Menolak tugas yang melebihi kapasitas bukan berarti malas, melainkan bentuk menghargai batas kemampuan diri. "Jadi kan ada tuh orang yang tipe-tipe people pleasure, kemudian tipe-tipe yang takut dan kemudian dia nggak berani mengutarakan pendapat. Nah itu biasanya rentan mengalami stres karena dia nggak bisa mengatur kapasitas dia dengan tugas-tugas yang diberikan," tambahnya.
Jeda dan Relaksasi: Mendengarkan Sinyal Tubuh
Selain mengatur porsi kerja dan batasan, Nena juga menyarankan pentingnya jeda dan relaksasi. Melakukan meditasi atau aktivitas yang menenangkan dapat membantu kita mendengarkan sinyal tubuh. Jika merasa lelah atau stres, jangan ragu untuk beristirahat, makan siang, atau mendengarkan musik kesukaan.
Penting juga untuk memahami batas kemampuan dalam memberikan dukungan emosional kepada rekan kerja. Jika mental sedang tidak stabil, jangan memaksakan diri untuk mendengarkan curahan hati orang lain. "Jadi jangan hanya stres kerja saja yang difokuskan tapi juga bagaimana seseorang itu bisa menjaga boundaries," tutup Nena.
Kesimpulan: Prioritaskan Keseimbangan
Menjaga kesehatan mental bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan menerapkan keseimbangan dalam porsi kerja, menetapkan batasan yang jelas, dan memprioritaskan relaksasi, kita dapat menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan harmonis. Perusahaan juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental karyawannya.