Sandy Canester: Lebaran, Momentum Kemenangan dan Kelahiran Kembali
Musisi Sandy Canester merasakan Lebaran sebagai momentum kemenangan atas perjuangan selama Ramadhan dan kelahiran kembali dengan kebahagiaan berlipat, memilih liburan di Jakarta daripada mudik.
Jakarta, 31 Maret 2024 (ANTARA) - Musisi Sandy Canester memberikan makna mendalam terhadap Hari Raya Idul Fitri. Baginya, Lebaran bukan sekadar hari libur, melainkan momentum kemenangan setelah melalui perjuangan selama bulan Ramadhan. Pernyataan ini disampaikannya kepada ANTARA di Jakarta, Senin lalu.
Sandy mengungkapkan, "Menurutku hari kemenangan, yang pasti karena satu bulan kita diperintahkan untuk menjaga segala bentuk nafsu, menjaga lisan, menjaga perilaku kita terus dan itu bukan hal yang mudah dan pasti banyak cobaan dan pada saat kita melewati itu semua dengan baik sesuai dengan perintahNya maka hari lebaran itu adalah hari kemenangan bagi pejuang Ramadhan."
Lebih dari sekadar kemenangan, Sandy merasakan Lebaran sebagai sebuah kelahiran kembali. Ia merasakan kebahagiaan dan ketenangan yang berlipat ganda dibandingkan hari-hari biasa. "Lebaran itu kaya lahir kembali, fresh aja, terus hatinya jauh lebih tenang. Mungkin kalau di momen-momen biasa bahagia, tapi kalau lebaran itu berlipat-lipat kebahagiaan dan ketenangannya," tambahnya.
Liburan Lebaran Sandy Canester di Jakarta
Berbeda dengan banyak orang yang memilih mudik ke kampung halaman, Sandy Canester memilih untuk menghabiskan libur Lebaran di Jakarta. Sebagai seorang yang tidak memiliki kampung halaman, ia telah terbiasa merayakan Lebaran di ibukota. "Karena saya nggak ada kampung dan nggak pulang kampung, di tiap lebaran di Jakarta terus ya staycation di Jakarta setelah pagi ke rumah keluarga saudara-saudara kumpul lanjut ke hotel biasanya gitu," jelasnya.
Meskipun demikian, Sandy mengaku sempat ingin berlibur ke luar negeri. Namun, ia urung karena pertimbangan kepadatan wisatawan di beberapa kota di Indonesia. Ia mendapatkan informasi dari teman-temannya yang pernah berlibur ke daerah-daerah ramai seperti Bandung, Jogja, atau Bali.
Sandy menuturkan, "Karena kalau liburan ke Bandung misalnya, Jogja atau Bali itu justru malah rame luar biasa, dan susahnya itu mau ngapa-ngapain susah ya, seperti ke restoran, harus antre, di jalan juga macet gitu ya. Aku tahu dari teman-teman yang pulang kampung atau liburan misalnya ke Bali atau ke Jogja atau ke daerah Sumatera biasanya mereka cerita kalau di jalan macet terus mau ke restoran harus antre panjang gitu."
Dari cerita tersebut, Sandy lebih memilih menghabiskan waktu Lebarannya dengan kegiatan yang lebih tenang dan berkualitas bersama keluarga di Jakarta. Ia memprioritaskan kebersamaan keluarga di tengah kesibukannya sebagai musisi dan produser.
Sandy Canester memberikan perspektif yang menarik tentang makna Lebaran. Baginya, Lebaran bukan hanya tentang tradisi dan kunjungan, tetapi juga tentang introspeksi diri dan pencapaian spiritual selama Ramadhan. Keputusan untuk tetap berada di Jakarta juga menunjukkan prioritasnya dalam menikmati momen Lebaran dengan cara yang lebih personal dan tenang.