3 Pabrik Sawit Mukomuko Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran
Setelah libur Lebaran, tiga pabrik kelapa sawit di Mukomuko, Bengkulu, telah kembali beroperasi, sementara tujuh lainnya akan beroperasi pada 7 April 2025.
Mukomuko, Bengkulu, 4 April 2025 - Aktivitas perekonomian di sektor perkebunan kelapa sawit Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, kembali bergeliat. Tiga pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) telah beroperasi kembali setelah sebelumnya tutup selama sepekan untuk libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Ketiga pabrik tersebut adalah PT Usaha Sawit Mandiri (USM), PT Daria Dharma Pratama (DDP), dan PT Bumi Mentari Karya (BMK). Kembalinya operasional pabrik ini menjadi angin segar bagi para petani kelapa sawit di daerah tersebut yang sebelumnya sempat terhenti pendapatannya.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Iwan Cahaya, pada Jumat, 4 April 2025. Beliau menjelaskan bahwa data tersebut didapat setelah menerima jadwal penerimaan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari sepuluh pabrik yang beroperasi di wilayah Mukomuko. Perbedaan jadwal operasional pasca libur Lebaran ini menandakan adanya strategi operasional yang berbeda di antara pabrik-pabrik tersebut.
Meskipun telah beroperasi kembali, harga TBS kelapa sawit di tiga pabrik tersebut mengalami penurunan. Penurunan harga ini perlu diperhatikan oleh para petani dan pemerintah daerah agar kesejahteraan petani tetap terjaga.
Jadwal Operasional Pabrik Sawit Pasca Lebaran
Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, terdapat perbedaan jadwal operasional di antara pabrik-pabrik kelapa sawit. PT USM, misalnya, mulai tutup pada 30 Maret 2025 dan kembali beroperasi pada 3 April 2025. Sementara itu, PT DDP tutup pada 28 Maret 2025 dan beroperasi kembali pada 4 April 2025. PT BMK juga memiliki jadwal yang serupa, yaitu tutup pada 30 Maret 2025 dan beroperasi kembali pada 4 April 2025.
Tujuh pabrik lainnya, yaitu PT Karya Sawitindo Mas (KSM), PT Surya Andalan Primatama, PT Sentosa Sejahtera Sejati, PT Karya Agro Sawitindo, PT Gajah Sakti Sawit, PT Sapta Sentosa Jaya Abadi, dan PT Daria Dharma Pratama, memiliki jadwal operasional yang berbeda. Lima di antaranya tutup mulai Kamis, 27 Maret 2025, sementara dua lainnya tutup pada Jumat, 28 Maret 2025. Semua pabrik ini dijadwalkan kembali beroperasi pada 7 April 2025.
Perbedaan jadwal operasional ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kapasitas produksi, stok TBS, dan strategi pemasaran masing-masing pabrik. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah daerah agar dapat memastikan kelancaran distribusi TBS kelapa sawit dan menjaga stabilitas harga.
Penurunan Harga TBS Kelapa Sawit
Kembalinya operasional pabrik sawit juga diiringi dengan penurunan harga TBS. Di PT USM, harga TBS turun dari Rp2.690 per kg menjadi Rp2.630 per kg. Penurunan serupa juga terjadi di PT DDP, dari Rp2.770 per kg menjadi Rp2.720 per kg, dan di PT BMK, dari Rp2.770 per kg menjadi Rp2.700 per kg. Penurunan harga ini perlu diantisipasi agar tidak berdampak negatif terhadap pendapatan petani.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko perlu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap harga TBS kelapa sawit agar tetap stabil dan menguntungkan bagi petani. Selain itu, perlu juga dilakukan upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit agar daya saingnya meningkat di pasar internasional.
Penurunan harga ini menjadi perhatian serius mengingat pentingnya sektor perkebunan kelapa sawit bagi perekonomian Kabupaten Mukomuko. Stabilitas harga TBS sangat penting untuk menjamin kesejahteraan petani dan keberlanjutan industri kelapa sawit di daerah tersebut. Diharapkan pemerintah daerah dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini.
Ke depan, diharapkan agar koordinasi antara pemerintah daerah, pabrik kelapa sawit, dan petani dapat ditingkatkan untuk menciptakan sistem yang lebih efisien dan menguntungkan semua pihak. Transparansi informasi mengenai harga TBS dan jadwal operasional pabrik juga perlu ditingkatkan agar petani dapat merencanakan kegiatan produksi dan penjualan dengan lebih baik.