Ambruknya Bangunan PAUD dan TK di Lumajang, Pemkab Siapkan Dana Hibah
Pemerintah Kabupaten Lumajang menyiapkan dana hibah untuk memperbaiki bangunan PAUD Budi Utomo dan TK Dharma Wanita yang ambruk di Desa Jatigono, menjamin kelanjutan pendidikan anak usia dini.
Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana: Bangunan PAUD Budi Utomo dan TK Dharma Wanita di Desa Jatigono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ambruk pada Minggu, 23 Februari 2024. Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun mengakibatkan kerusakan bangunan yang cukup signifikan. Pemerintah Kabupaten Lumajang, melalui Wakil Bupati Yudha Aji Kusuma dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nugraha Yudha Mudiarto, langsung merespon kejadian ini dengan meninjau lokasi dan menyiapkan skema dana hibah untuk perbaikan. Langkah ini diambil untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikannya.
Pemkab Lumajang bergerak cepat untuk mengatasi masalah ini. Wakil Bupati Yudha Aji Kusuma menyatakan komitmen pemerintah untuk segera merehabilitasi bangunan sekolah yang rusak. Hal ini menunjukkan kepedulian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak usia dini di Kabupaten Lumajang.
Peninjauan lokasi dilakukan pada Senin, 24 Februari 2024, sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah. Langkah selanjutnya adalah koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk membahas penggunaan dana hibah, termasuk kemungkinan penggunaan dana jaring aspirasi masyarakat dewan. Hal ini menunjukkan upaya kolaboratif antara eksekutif dan legislatif dalam menangani masalah ini.
Pemkab Lumajang Siapkan Dana Hibah untuk Perbaikan
Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk memperbaiki bangunan PAUD Budi Utomo dan TK Dharma Wanita yang ambruk. Skema dana hibah akan menjadi solusi utama untuk pembiayaan perbaikan tersebut. Wakil Bupati Yudha Aji Kusuma menjelaskan bahwa koordinasi dengan BPKD dan DPRD Lumajang akan segera dilakukan untuk membahas mekanisme pencairan dana.
Proses pencairan dana hibah akan melibatkan berbagai pihak terkait. Selain koordinasi dengan BPKD dan DPRD, Pemkab Lumajang juga akan melakukan pendataan kerusakan secara detail. Data ini akan menjadi dasar perencanaan dan penganggaran yang tepat sasaran untuk perbaikan bangunan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lumajang, Nugraha Yudha Mudiarto, memastikan bahwa langkah cepat akan diambil agar proses belajar mengajar tetap berjalan. Pihaknya akan mencari solusi sementara agar anak-anak tetap dapat belajar dengan nyaman sambil menunggu proses perbaikan bangunan selesai.
Langkah-langkah Pemulihan dan Jaminan Pendidikan Anak
Selain perbaikan fisik bangunan, Pemkab Lumajang juga fokus pada kelanjutan proses belajar mengajar. Dindikbud Lumajang akan berupaya mencari solusi sementara, misalnya dengan memindahkan kegiatan belajar mengajar ke lokasi alternatif yang aman dan nyaman. Hal ini untuk memastikan anak-anak tidak terganggu pendidikannya.
Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah, guru, orang tua siswa, dan masyarakat setempat. Kolaborasi ini penting untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar dan terkoordinasi dengan baik. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan dan pemulihan.
Kehadiran Wakil Bupati dan tim Dindikbud di lokasi kejadian memberikan harapan baru bagi para guru, orang tua, dan siswa. Dukungan dan komitmen Pemkab Lumajang untuk segera memperbaiki bangunan sekolah menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap nasib anak-anak dan dunia pendidikan di Lumajang.
Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pendidikan dan memastikan setiap anak mendapatkan hak belajar yang layak. Meskipun terjadi musibah, pemerintah daerah tetap berupaya untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi seluruh warga Lumajang, khususnya anak-anak usia dini.
Dengan adanya dana hibah yang disiapkan, diharapkan proses perbaikan bangunan PAUD Budi Utomo dan TK Dharma Wanita dapat segera dimulai. Pemkab Lumajang berharap agar proses belajar mengajar dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin, sehingga anak-anak dapat melanjutkan pendidikannya dengan aman dan nyaman.