Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok Sepi, Puncak Diperkirakan 4-6 April
Pelabuhan Tanjungkalian Mentok terpantau sepi pada arus balik Lebaran, meskipun puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 4-6 April 2025 mendatang.
Pelabuhan Tanjungkalian di Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, menunjukan arus balik Lebaran yang sepi pada Kamis, 3 April 2025, sehari setelah Idul Fitri 1446 H. M. Irwan, warga Mentok yang menunggu keluarga di pelabuhan, membenarkan hal tersebut. PT ASDP Cabang Bangka memprediksi puncak arus balik akan terjadi antara tanggal 4 hingga 6 April 2025, bertepatan dengan berakhirnya masa libur Lebaran.
General Manager PT ASDP Cabang Bangka, Ardhi Ekapaty, menjelaskan prediksi tersebut didasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, termasuk peningkatan komunikasi dan koordinasi dengan petugas di Pelabuhan Tanjungapi-api, Sumatera Selatan. Perhatian utama difokuskan pada kedatangan penumpang dari Sumatera menuju Bangka, mengingat arus penumpang dari Bangka ke Sumatera relatif stabil.
ASDP telah menyiapkan strategi untuk memastikan kelancaran arus balik, terutama dalam mengatur waktu bongkar muat. Pelabuhan Tanjungkalian berperan sebagai pendukung Pelabuhan Tanjungapi-api. Jika terjadi lonjakan penumpang di Tanjungapi-api, Pelabuhan Tanjungkalian akan segera memberangkatkan kapal, meskipun belum penuh muatan kendaraan. Hal ini bertujuan untuk mencegah penumpukan calon penumpang di Pelabuhan Tanjungapi-api. "Pada saat terjadi lonjakan, tugas kita 'supporting', ketika kapal tiba walaupun hanya berpenumpang satu unit kendaraan harus cepat balik ke Pelabuhan Tanjungapi-api agar calon penumpang tidak menumpuk di sana," jelas Ardhi Ekapaty.
Antisipasi Lonjakan Penumpang di Puncak Arus Balik
PT ASDP Cabang Bangka telah mempersiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi potensi lonjakan penumpang selama puncak arus balik Lebaran yang diperkirakan terjadi pada 4-6 April 2025. Koordinasi yang intensif dengan Pelabuhan Tanjungapi-api di Sumatera Selatan menjadi kunci utama dalam mengelola arus penumpang. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan efisiensi proses penyeberangan.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah percepatan proses bongkar muat barang dan penumpang. Dengan mempercepat proses ini, diharapkan waktu tunggu penumpang dapat diminimalisir dan kepadatan di pelabuhan dapat dihindari. Selain itu, kesiapan armada kapal juga menjadi faktor penting dalam menghadapi lonjakan penumpang.
PT ASDP juga meningkatkan jumlah petugas di lapangan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas penumpang dan kendaraan. Petugas akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk memberikan informasi dan bantuan kepada penumpang. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan arus balik Lebaran dapat berjalan lancar dan aman.
Dukungan Pelabuhan Tanjungkalian untuk Kelancaran Arus Balik
Peran Pelabuhan Tanjungkalian dalam mendukung kelancaran arus balik Lebaran sangat penting. Sebagai pelabuhan pendukung Pelabuhan Tanjungapi-api, Pelabuhan Tanjungkalian siap siaga untuk membantu mengatasi potensi lonjakan penumpang. Kerja sama yang solid antara kedua pelabuhan ini merupakan kunci keberhasilan dalam mengelola arus balik.
Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah kesiapan Pelabuhan Tanjungkalian untuk segera memberangkatkan kapal kembali ke Pelabuhan Tanjungapi-api, meskipun jumlah penumpang dan kendaraan belum penuh. Hal ini dilakukan untuk mencegah penumpukan penumpang di Pelabuhan Tanjungapi-api dan memastikan arus balik tetap lancar. Komunikasi yang efektif antara kedua pelabuhan sangat penting untuk memastikan strategi ini berjalan dengan baik.
Dengan adanya dukungan penuh dari Pelabuhan Tanjungkalian, diharapkan arus balik Lebaran dapat berjalan dengan lancar dan aman. Kerja sama yang baik antara berbagai pihak terkait menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi potensi kendala yang mungkin terjadi selama puncak arus balik.
Meskipun saat ini arus balik masih terpantau sepi, kesiapsiagaan dan antisipasi tetap menjadi prioritas utama untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran dan kenyamanan para pemudik. Koordinasi dan kerjasama yang baik antar instansi terkait akan sangat membantu dalam menghadapi puncak arus balik yang diperkirakan terjadi beberapa hari ke depan.