Banjir Grobogan: 6 Perjalanan KA Dibatalkan, Banyak yang Terlambat
Banjir di Grobogan, Jawa Tengah, menyebabkan enam perjalanan kereta api dibatalkan dan sejumlah perjalanan kereta api lainnya mengalami keterlambatan hingga dua jam pada Selasa, 21 Januari 2024.
Banjir di kilometer 32+5/7 antara Stasiun Gubug dan Karangjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengakibatkan sejumlah gangguan perjalanan kereta api pada Selasa, 21 Januari 2024. PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan pembatalan enam perjalanan kereta api dan keterlambatan signifikan pada beberapa rute lainnya.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa hingga pukul 22.20 WIB, enam perjalanan KA resmi dibatalkan. KA yang terdampak meliputi KA Kedung Sepur (KA 545 dan 546) rute Ngrombo-Semarang Poncol dan sebaliknya, serta KA Ambarawa (KA 229 dan 230) rute Semarang Poncol-Surabaya Pasar Turi dan sebaliknya. Dua perjalanan KA Kedung Sepur (KA 547 dan 548A) dengan rute Semarang Poncol-Ngrombo juga turut dibatalkan.
Penyebab Pembatalan dan Keterlambatan
Banjir yang menggenangi jalur kereta api memaksa KAI menerapkan pola operasi memutar melalui jalur alternatif Stasiun Gambringan-Gundih-Brumbung. Hal ini mengakibatkan sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan, rata-rata hingga dua jam. Beberapa kereta api yang mengalami keterlambatan antara lain KA Blora Jaya, Ambarawa, Parcel Utara, Argo Bromo Anggrek, Sembrani, Blambangan Ekspres, Jayabaya, Dharmawangsa Ekspress, Airlangga, Gumarang, Kertajaya, Harina, dan Pandalungan. Daftar lengkap kereta api yang terlambat cukup panjang dan dapat diakses melalui situs resmi KAI.
Upaya Penanganan KAI
Sebagai respon cepat, KAI telah melakukan pengalihan jalur beberapa kereta api, termasuk KA Ambarawa (KA 231), Sembrani (KA 61), Parcel Utara (KA 284), dan Argo Bromo Anggrek (KA 1). Pengalihan jalur ini dilakukan melalui rute alternatif untuk memastikan perjalanan kereta api tetap berlangsung meskipun dengan penyesuaian waktu tempuh. Genangan air setinggi 20 cm di jalur kereta api memaksa penutupan sementara jalur tersebut sejak pukul 04.44 WIB demi keamanan.
KAI mengerahkan puluhan petugas lengkap dengan alat berat, material batu kricak, dan perlengkapan lainnya untuk menangani banjir. Upaya difokuskan pada pengalihan luapan air dan pembersihan sampah yang menyumbat jalur kereta api. Proses normalisasi jalur dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan.
Komitmen KAI dan Informasi untuk Pelanggan
KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Pelanggan yang tiket perjalanannya dibatalkan dapat melakukan pengembalian tiket di stasiun dengan mendapatkan pengembalian biaya 100 persen (tidak termasuk biaya pemesanan). KAI berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini melalui berbagai saluran komunikasi resmi.
EVP of Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto, menekankan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam proses normalisasi jalur kereta api di petak Gubug-Karangjati. KAI berharap jalur kereta api dapat segera kembali beroperasi normal.