Baznas Gelar Pesantren Marjinal di Jakarta: Sentuh 1.500 Anak Jalanan dan Kaum Marjinal Selama Ramadhan
Baznas RI menyelenggarakan Program Pesantren Marjinal di Jakarta selama Ramadhan, memberikan pelatihan dan pembinaan keagamaan kepada 1.500 anak jalanan, kaum pemulung, dan penyandang disabilitas.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar Program Pesantren Marjinal di Jakarta selama bulan Ramadhan 2025. Program ini menyasar 1.500 individu dari kelompok marjinal, termasuk anak jalanan, anak punk, kelompok miskin kota, kaum pemulung, dan penyandang disabilitas. Program ini bertujuan menciptakan kesetaraan dan keadilan sosial, memberikan akses pendidikan dan dakwah Islam bagi mereka yang selama ini terpinggirkan.
Deputi II Baznas RI, Imdadun Rahmat, menjelaskan bahwa program ini berlangsung dari tanggal 5 hingga 27 Maret 2025. "Semangatnya adalah mengajak semua. Pendidikan dakwah yang kita lakukan adalah pendidikan dan dakwah yang inklusif, sehingga tidak membiarkan mereka yang terstigma oleh sosial di lingkungan mereka terlupakan," ujar Imdadun dalam keterangannya di Jakarta.
Program Pesantren Marjinal berupaya mengatasi masalah pendidikan yang dihadapi kelompok marjinal. Data menunjukkan sekitar 60 persen dari 16.000 anak jalanan di Jakarta tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Baznas RI hadir sebagai solusi dengan menyelenggarakan pesantren mobile yang mendatangi langsung kelompok sasaran, memberikan pendidikan keagamaan, dan kegiatan psikososial.
Memberdayakan Kaum Marjinal melalui Pendidikan dan Pelatihan
Program Pesantren Marjinal tidak hanya fokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga mencakup pelatihan keterampilan dan kewirausahaan. Hal ini bertujuan untuk memberdayakan kaum marjinal secara ekonomi dan mengurangi stigma negatif yang melekat pada mereka. Imdadun menambahkan, "Di bulan Ramadhan ini, Baznas RI akan melatih mereka ilmu kewirausahaan dan keterampilan lainnya sebagai upaya mengurangi stigma negatif kepada kaum marjinal."
Lebih lanjut, Imdadun menjelaskan bahwa program ini juga menargetkan sekitar 3,5 juta pemulung di Jakarta yang berada di bawah garis kemiskinan. Pesantren keliling akan memberikan bantuan modal usaha syariah kepada mereka. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat membantu mereka meningkatkan taraf hidup dan keluar dari lingkaran kemiskinan.
Melalui pelatihan kewirausahaan, diharapkan para peserta dapat mengembangkan usaha mandiri dan meningkatkan perekonomian mereka. Hal ini sejalan dengan upaya Baznas RI untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi kaum marjinal dan mengurangi ketergantungan mereka pada bantuan.
Pendekatan Inklusif untuk Kesetaraan Sosial
Baznas RI menekankan pendekatan inklusif dalam Program Pesantren Marjinal. Program ini dirancang untuk menjangkau semua kelompok marjinal tanpa memandang latar belakang mereka. Hal ini mencerminkan komitmen Baznas RI untuk menciptakan kesetaraan dan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan adanya program ini, diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi kaum marjinal terhadap pendidikan dan dakwah Islam. Mereka diberikan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan membantu mereka mengintegrasikan diri ke dalam masyarakat.
Program Pesantren Marjinal merupakan wujud nyata kepedulian Baznas RI terhadap kaum marjinal di Jakarta. Melalui program ini, Baznas RI berupaya untuk memberikan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan bagi permasalahan yang dihadapi kelompok marjinal, sehingga mereka dapat hidup lebih bermartabat dan sejahtera.
Dengan pelatihan dan pendampingan yang diberikan, diharapkan para peserta dapat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk memulai usaha mandiri. Bantuan modal usaha syariah juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi mereka dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Harapan Baznas untuk Masa Depan
Imdadun berharap, melalui Program Pesantren Marjinal, Baznas RI dapat membuka sekat-sekat yang seolah membatasi kaum marjinal, sehingga mereka memiliki akses lebih luas terhadap pendidikan dan dakwah Islam. Program ini merupakan langkah nyata untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan adanya program ini, diharapkan dapat tercipta masyarakat yang lebih inklusif dan adil, di mana semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mencapai potensi terbaiknya. Program ini juga menjadi contoh nyata bagaimana lembaga zakat dapat berperan aktif dalam mengatasi permasalahan sosial dan menciptakan perubahan positif bagi masyarakat.