Bendung Gerak Sungai Telake: Kedaulatan Pangan IKN dan Dua Kabupaten Kaltim
Bendung Gerak Sungai Telake di Penajam Paser Utara dan Paser, Kalimantan Timur, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pangan dan menunjang kebutuhan IKN.
Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Bendung Gerak Sungai Telake, sebuah proyek irigasi di perbatasan Penajam Paser Utara dan Paser, Kalimantan Timur, diharapkan rampung segera untuk meningkatkan produktivitas pangan di kedua kabupaten dan mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN). Ketua DPRD Penajam Paser Utara, Raup Muin, mengungkapkan hal ini pada Kamis, 03 April. Proyek ini penting karena lahan pertanian di daerah tersebut masih banyak yang mengandalkan air hujan, sehingga hasil panen tidak maksimal. Pembangunan bendung ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan air dan meningkatkan produktivitas pertanian padi.
Keberadaan bendung ini sangat krusial mengingat peningkatan produksi beras lokal memerlukan dukungan irigasi yang memadai. Dengan sistem irigasi yang terjamin, diharapkan hasil panen dapat meningkat signifikan, bahkan mencapai tiga kali panen dalam setahun di wilayah Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara. Hal ini akan berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan di Kalimantan Timur.
Proyek ini telah melalui pembebasan lahan seluas 74,307 hektare pada tahun 2020 dan kini tengah menunggu pembangunan fisik. Anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp759,8 miliar. Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga berfungsi sebagai sumber air bersih dan pengendalian banjir.
Peningkatan Produktivitas Pangan di Kaltim
Bendung Gerak Sungai Telake direncanakan mampu mengairi 14.000 hektare sawah di Kabupaten Paser dan 8.000 hektare di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajem Paser Utara. Dengan pengairan yang memadai, lahan pertanian padi produktif di Penajem Paser Utara (saat ini mencapai 14.070 hektare dengan hasil panen 3-4 ton per hektare per panen) berpotensi meningkatkan hasil panen hingga tiga kali lipat dalam setahun.
Raup Muin menekankan pentingnya peran bendung ini dalam mengatasi ketergantungan lahan pertanian pada air hujan. Selama ini, banyak lahan persawahan yang masih menerapkan sistem tadah hujan, sehingga hasil panen seringkali tidak optimal. Bendung ini diharapkan menjadi solusi untuk permasalahan tersebut.
Dengan tersedianya irigasi yang terkelola dengan baik, diharapkan petani dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Hal ini juga akan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.
Dukungan Pemerintah Pusat untuk IKN
Pembangunan infrastruktur penunjang IKN juga menjadi sorotan penting. Pemerintah pusat diharapkan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake, mengingat perannya yang krusial dalam menunjang kebutuhan pangan ibu kota baru. Proyek ini bukan hanya sekedar infrastruktur irigasi, tetapi juga bagian integral dari strategi ketahanan pangan nasional.
Selain fungsi utamanya sebagai penyedia air irigasi, Bendung Gerak Sungai Telake juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber air bersih dan sistem pengendalian banjir. Hal ini menunjukkan manfaat multifungsi dari proyek ini bagi masyarakat sekitar.
Keberhasilan pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake akan menjadi contoh nyata bagaimana infrastruktur dapat mendukung ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Proyek ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi pembangunan infrastruktur serupa di daerah lain.
Dengan selesainya pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan dalam produktivitas pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser. Ketersediaan air yang terjamin akan memberikan kepastian bagi para petani untuk meningkatkan hasil panen dan pendapatan mereka. Hal ini akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah dan ketahanan pangan di Kalimantan Timur.