Bulog Papua Target Serap Beras Merauke 19 Ribu Ton di 2025
Bulog Papua menargetkan serapan beras di Merauke mencapai 19 ribu ton pada 2025, meskipun saat ini baru menyerap sebagian kecil dan menghadapi tantangan infrastruktur.
Perum Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat memasang target ambisius: menyerap 19 ribu ton beras dari Kabupaten Merauke, Papua Selatan, pada tahun 2025. Namun, prosesnya tidak akan mudah. Tantangan besar berupa infrastruktur yang belum memadai menjadi hambatan utama dalam pencapaian target tersebut. Target ini diumumkan di Jayapura pada Minggu, 16 Februari.
Serapan Beras Merauke: Target dan Tantangan
Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog Papua dan Papua Barat, Jusrri Pakke, menjelaskan bahwa hingga saat ini Bulog baru menyerap sekitar 1.600 ton beras dari Merauke. Ini baru sekitar 5-6 persen dari target total. Penyerapan yang telah dilakukan bukanlah hasil panen raya, melainkan hanya dari sebagian kecil petani.
Salah satu kendala utama adalah infrastruktur penggilingan padi yang belum memadai di Merauke. Akibatnya, para petani di Merauke telah memiliki mitra penggilingan sendiri. Hal ini memengaruhi strategi Bulog dalam penyerapan beras.
Untuk mengatasi hal ini, Bulog menetapkan harga beli beras sebesar Rp12.000 per kilogram dan harga gabah Rp6.500 per kilogram. Harga ini telah sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) 2025 yang tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 2 Tahun 2025. Keputusan tersebut mengatur perubahan atas HPP dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras, berlaku efektif sejak 15 Januari 2025.
Standar Kualitas dan Stok Beras
Bulog menetapkan standar kualitas untuk penyerapan beras dan gabah. Gabah Kering Panen (GKP) dari petani harus memiliki kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen. Dengan memenuhi standar tersebut, petani akan mendapatkan harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.
Meskipun menghadapi tantangan dalam serapan beras di Merauke, Bulog memastikan ketersediaan stok beras di enam wilayah kerja di Papua aman hingga lima bulan ke depan. Terdapat stok beras sebanyak 39 ribu ton yang berasal dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Stok ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan beras menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah.
Strategi Bulog ke Depan
Bulog berencana menyelesaikan target serapan beras Merauke 19 ribu ton dalam waktu lima bulan. Ini merupakan tantangan besar mengingat kendala infrastruktur dan keterbatasan penyerapan saat ini. Keberhasilan Bulog dalam mencapai target ini akan sangat bergantung pada upaya peningkatan infrastruktur penggilingan padi di Merauke dan kerjasama yang efektif dengan para petani setempat. Langkah-langkah strategis dan kolaborasi yang kuat antara Bulog dan pemerintah daerah akan sangat krusial dalam memastikan keberhasilan program ini.
Keberhasilan Bulog dalam mencapai target ini akan berdampak positif pada ketahanan pangan di Papua, khususnya di Kabupaten Merauke. Dengan tersedianya pasokan beras yang cukup, stabilitas harga dan akses masyarakat terhadap beras dapat terjamin. Oleh karena itu, upaya Bulog untuk mengatasi tantangan infrastruktur dan meningkatkan kerjasama dengan petani perlu mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak.
Ke depan, Bulog perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk mengembangkan infrastruktur penggilingan padi di Merauke. Investasi dalam infrastruktur ini akan sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyerapan beras dari petani. Selain itu, program pelatihan dan pendampingan bagi petani juga perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas produksi beras dan memenuhi standar yang ditetapkan Bulog.