Contraflow Tol Jagorawi Arah Puncak Antisipasi Lonjakan Pemudik Lebaran
Sistem contraflow diberlakukan di Tol Jagorawi arah Puncak untuk mengatasi kepadatan lalu lintas selama libur Lebaran 2025, imbauan bagi pengendara untuk memastikan saldo e-toll dan mematuhi peraturan lalu lintas.
Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Pada Rabu, 2 April 2025, Jasa Marga memberlakukan sistem contraflow di ruas Tol Jagorawi arah Puncak, Jawa Barat, mulai KM 44+500 hingga KM 46+500. Hal ini dilakukan atas diskresi kepolisian untuk mengantisipasi lonjakan volume lalu lintas wisata dan silaturahmi selama libur Lebaran 2025. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan volume kendaraan yang signifikan menuju Puncak, terutama di jalur utama Kabupaten Cianjur yang ramai lancar bercampur dengan kendaraan pemudik dan masyarakat yang bersilaturahmi. Sistem contraflow diterapkan sebagai upaya untuk mengatasi potensi kemacetan parah dan memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Pemberlakuan contraflow ini merupakan kerjasama antara Jasa Marga dan Kepolisian. Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Alvin Andituahta Singarimbun, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama periode libur Lebaran. Jasa Marga turut mengimbau pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.
Peningkatan volume kendaraan diprediksi akan terjadi di berbagai titik, termasuk jalur Puncak-Cianjur, Jalan Raya Bandung-Cianjur, dan Jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Kondisi ini diperparah dengan adanya sejumlah titik rawan macet seperti pertigaan Hanjawar, Kebun Raya Cibodas, dan Pasar Cipanas. Oleh karena itu, antisipasi dini dan kerjasama antara pengguna jalan dan pihak berwenang sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak kemacetan.
Antisipasi Kemacetan di Tol Jagorawi
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan mereka dengan mempertimbangkan rekayasa lalu lintas yang berlaku. Penting bagi pengendara untuk memastikan saldo e-toll mereka mencukupi sebelum memulai perjalanan guna menghindari penumpukan kendaraan di gerbang tol. Imbauan ini bertujuan untuk meminimalisir potensi kemacetan yang disebabkan oleh transaksi pembayaran tol yang memakan waktu.
Selain itu, Jasa Marga juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas dan arahan dari petugas di lapangan. Kerjasama antara pengguna jalan dan petugas sangat penting untuk kelancaran arus lalu lintas dan mencegah terjadinya kemacetan yang lebih parah. Petugas di lapangan akan terus memantau situasi dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
Meskipun jalur utama Kabupaten Cianjur ramai lancar pada hari kedua Lebaran, peningkatan volume kendaraan diprediksi akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas silaturahmi dan kunjungan ke objek wisata di kawasan Puncak, seperti Kebun Raya Cibodas dan Taman Bunga Nusantara. Oleh karena itu, antisipasi kemacetan tetap menjadi hal yang penting.
Rekayasa Lalu Lintas di Cianjur
Di Kabupaten Cianjur, peningkatan volume kendaraan terlihat di sejumlah jalur utama, termasuk jalur Puncak-Cianjur, Jalan Raya Bandung-Cianjur, dan Jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Kendaraan didominasi oleh warga lokal dan pemudik yang terlambat pulang kampung. Untuk mengantisipasi kemacetan, petugas menerapkan sejumlah rekayasa arus dan penyekatan di titik-titik rawan macet.
Beberapa titik rawan macet yang menjadi perhatian adalah pertigaan Hanjawar, Kebun Raya Cibodas, dan Pasar Cipanas. Di lokasi-lokasi tersebut, antrean kendaraan sempat tersendat, namun petugas berhasil mengarahkan pengendara ke jalur alternatif untuk menghindari kemacetan total. Jalur alternatif yang digunakan antara lain jalur Pacet-Cianjur yang diarahkan menuju jalur Beunying tembus Cipanas dan Hanjawar, atau sebaliknya.
Peningkatan volume kendaraan di Cianjur juga dipicu oleh tingginya aktivitas silaturahmi dan kunjungan wisata. Objek wisata seperti Kebun Raya Cibodas dan Taman Bunga Nusantara menjadi daya tarik bagi banyak pengunjung selama libur Lebaran. Oleh karena itu, rekayasa lalu lintas dan pengaturan arus kendaraan tetap menjadi prioritas untuk menjaga kelancaran lalu lintas.
Dengan diberlakukannya contraflow di Tol Jagorawi dan rekayasa lalu lintas di Cianjur, diharapkan arus mudik dan silaturahmi Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman. Kerjasama antara Jasa Marga, kepolisian, dan pengguna jalan sangat penting untuk keberhasilan upaya ini.