Digitalisasi Pertanian Dongkrak Produksi Pertanian Sulsel
Implementasi aplikasi SEJATI dan SI SEBAR di Sulawesi Selatan berhasil meningkatkan efisiensi dan transparansi sektor pertanian, berujung pada peningkatan produksi pertanian.
Makassar, 25 Februari 2025 - Penggunaan teknologi digital di sektor pertanian Sulawesi Selatan (Sulsel) terbukti mampu meningkatkan produksi pertanian. Hal ini disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan Sulawesi Selatan (KTNA Sulsel), Muhammad Yunus. Berkat inovasi digital, Sulsel kini memimpin dalam hal inovasi pertanian.
Yunus menjelaskan bahwa peluncuran dua aplikasi, SEJATI dan SI SEBAR, pada Oktober 2024 lalu oleh Penjabat Gubernur Sulsel, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, telah memberikan dampak positif yang signifikan. Kedua aplikasi ini, yang diluncurkan oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Provinsi Sulawesi Selatan, menjawab berbagai permasalahan yang selama ini menghambat sektor pertanian.
Sebelumnya, proses pengajuan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dilakukan secara manual, menyulitkan kelompok tani di berbagai kabupaten dan kota. Akses informasi terkait alsintan juga terbatas, dan pelacakan posisi alsintan sangat sulit, sehingga efisiensi penggunaan alsintan menjadi terhambat. Tidak adanya platform untuk menyampaikan keluhan atau saran juga memperlambat proses evaluasi dan perbaikan.
Solusi Digital untuk Pertanian Sulsel
Aplikasi SEJATI (Sistem Evaluasi Alsintan berbasis Teknologi) dan SI SEBAR (Sistem Informasi Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura) hadir sebagai solusi atas permasalahan tersebut. SEJATI mengintegrasikan berbagai sumber bantuan pengadaan alsintan, baik dari APBN maupun APBD, dan menyediakan layanan usulan kebutuhan alsintan secara digital. Sementara itu, SI SEBAR mempercepat layanan sertifikasi benih, memastikan ketersediaan benih berkualitas bagi petani.
Sebelum adanya aplikasi ini, proses permohonan sertifikasi benih juga dilakukan secara konvensional, membutuhkan waktu dan biaya pengiriman yang tidak efisien. Petani kesulitan melacak status permohonan mereka dan harus datang langsung ke kantor untuk mencetak berkas verifikasi. Kini, dengan aplikasi ini, semua proses tersebut dapat dilakukan secara online, lebih efisien dan transparan.
Kedua aplikasi ini dapat diakses melalui alamat sejati.sulselprov.go.id dan sisebar.sulselprov.go.id. Hal ini memudahkan petani dan stakeholder untuk mengakses informasi, mengajukan bantuan, dan memantau prosesnya.
Dampak Positif bagi Produksi Pertanian
Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Syamsuddin Hasan, menilai bahwa aplikasi SEJATI dan SI SEBAR sangat efektif dalam meningkatkan efisiensi waktu dan transparansi dalam pengadaan alsintan dan bibit. Beliau menambahkan, "Aplikasi SEJATI merupakan jawaban dari persoalan distribusi dan optimalisasi bantuan Alsintan selama ini." Sedangkan SI SEBAR, menurutnya, memberi manfaat untuk percepatan layanan sertifikasi benih.
Efisiensi yang dihasilkan dari kedua aplikasi tersebut diyakini akan meningkatkan produksi pertanian Sulsel. Dengan peningkatan efisiensi dan transparansi, diharapkan produksi Sulsel yang rata-rata surplus 2,5 juta ton per tahun dapat bertambah. Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan petani di Sulsel.
Dengan adanya digitalisasi ini, Sulsel diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Ke depan, pengembangan dan peningkatan fitur pada kedua aplikasi ini diharapkan dapat terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan petani dan meningkatkan efisiensi sektor pertanian di Sulsel.