Dony Oskaria: Dari Bankir hingga COO Danantara, Pengelola Aset US$900 Miliar
Dony Oskaria, mantan Wakil Menteri BUMN, ditunjuk sebagai COO Danantara, badan pengelola investasi strategis Indonesia senilai lebih dari US$900 miliar, yang akan fokus pada proyek-proyek berkelanjutan.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Senin, 24 Februari 2025, di Istana Kepresidenan, Jakarta. Penunjukan Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara menjadi sorotan utama. Dony, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), akan berkolaborasi dengan Rosan Perkasa Roeslani, CEO Danantara, dalam mengelola aset yang diproyeksikan mencapai lebih dari US$900 miliar.
Lahir di Tanjung Alam, Sumatera Barat pada 26 September 1969, perjalanan karier Dony Oskaria terbilang luar biasa. Setelah menempuh pendidikan di Sumatera Barat dan Jakarta, ia memulai kariernya di dunia perbankan, tepatnya di Bank Universal, sebelum akhirnya meniti karier gemilang di CT Corp, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. Kiprahnya di berbagai sektor, termasuk perbankan, pariwisata, dan aviasi, menjadikannya sosok yang tepat untuk memimpin operasional Danantara.
Sebagai COO, Dony akan bertanggung jawab atas divisi Chief of Legal and Risk Management, serta Asset Management (AM). Pengalamannya yang luas di berbagai sektor bisnis, ditambah dengan latar belakang pendidikan di bidang Hubungan Internasional dan MBA dari The Asian Institute of Management, Filipina, menjadikannya aset berharga bagi Danantara dalam mencapai visi besarnya.
Perjalanan Karier Dony Oskaria: Dari Call Center hingga Puncak Kepemimpinan
Perjalanan karier Dony Oskaria dimulai dari posisi yang sederhana sebagai petugas call center di Bank Universal. Namun, kemampuan dan dedikasi yang tinggi membawanya naik jabatan hingga menjadi kepala divisi personal banker. Keberhasilannya ini menjadi bukti kapasitas dan potensi kepemimpinannya.
Pada tahun 2004, ia bergabung dengan Bank Mega dan kemudian memegang berbagai posisi penting di anak perusahaan CT Corp. Di CT Corp, Dony menjabat sebagai CEO di berbagai anak perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan, hiburan, dan pariwisata. Pengalamannya di sektor ini sangat relevan dengan peran barunya di Danantara, mengingat badan investasi ini juga akan berfokus pada proyek-proyek yang berkelanjutan dan berdampak tinggi di berbagai sektor, termasuk pariwisata.
Keterlibatan CT Corp dalam investasi di Garuda Indonesia juga membawa Dony ke dalam dunia penerbangan. Ia menjadi perwakilan CT Corp di Garuda Indonesia, kemudian diangkat menjadi Wakil Direktur Utama, dan akhirnya menjadi anggota Dewan Komisaris hingga tahun 2019. Pengalamannya di Garuda Indonesia memberikannya pemahaman yang mendalam tentang manajemen perusahaan berskala besar dan kompleks.
Kontribusi di Sektor Pariwisata dan BUMN
Selain berkiprah di sektor perbankan dan korporasi, Dony juga aktif dalam mengembangkan industri pariwisata Indonesia. Pada Januari 2016, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai anggota Dewan Penasihat Presiden Bidang Ekonomi dan Industri di Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), di mana ia fokus pada pengembangan industri pariwisata. Bersama Muhammad Lutfi, ia mengembangkan beberapa hotel, restoran, dan resor di Jakarta dan Padang, serta berkontribusi dalam pengembangan agroindustri di Sumatera Barat.
Sejak 2021, Dony menjabat sebagai Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), perusahaan holding beberapa BUMN di bidang pariwisata. Di bawah kepemimpinannya, InJourney berfokus pada integrasi dan sinergi antara sektor aviasi dan pariwisata untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional. Pengalaman ini memperkuat kemampuannya dalam mengelola investasi dan mengembangkan sektor strategis bagi perekonomian nasional.
Jabatannya sebagai Wakil Menteri BUMN semakin memperkaya pengalaman dan wawasannya dalam mengelola aset negara dan menjalankan proyek-proyek strategis. Hal ini menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugasnya sebagai COO Danantara.
Danantara: Era Baru Investasi Strategis Indonesia
Peluncuran Danantara menandai babak baru dalam pengelolaan investasi strategis Indonesia. Dengan proyeksi dana awal sebesar US$20 miliar dan aset yang dikelola lebih dari US$900 miliar, Danantara akan membiayai proyek-proyek berkelanjutan dan berdampak tinggi di berbagai sektor, termasuk energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir, dan produksi pangan. Hal ini sejalan dengan visi Astacita, yaitu membawa perekonomian Indonesia ke level yang lebih tinggi melalui investasi berkelanjutan dan inklusif.
Struktur Danantara yang melibatkan Dewan Pengawas dari berbagai Kementerian/Lembaga (K/L), termasuk Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua Dewas, menjamin akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan aset. Kehadiran Dewan Penasihat dan Oversight & Accountability Committee juga memperkuat tata kelola yang baik. Presiden Prabowo Subianto juga akan melibatkan penasihat skala global dari berbagai negara untuk memastikan pengelolaan investasi yang efektif dan efisien.
Dengan pengalaman dan rekam jejak yang mumpuni, Dony Oskaria diharapkan mampu menjalankan tugasnya sebagai COO Danantara dengan baik. Ia akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi besar Indonesia untuk mencapai kemajuan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif melalui pengelolaan investasi strategis yang terarah dan profesional.