DPRD Penajam Dorong Ketahanan Pangan di Benuo Taka, Wujudkan Lumbung Pangan IKN
DPRD Penajam Paser Utara gencar memotivasi petani untuk meningkatkan produksi padi guna mendukung ketahanan pangan dan kebutuhan IKN, menyalurkan berbagai bantuan melalui APBD, APBD Provinsi, dan APBN.
Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Jumat, 4 April 2024, memotivasi para petani setempat untuk meningkatkan produksi padi. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang juga dikenal sebagai Benuo Taka, guna mendukung kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Motivasi ini diwujudkan melalui berbagai bantuan yang disalurkan kepada para petani. Bantuan tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup di tengah pembangunan IKN dan migrasi penduduk yang akan terjadi.
Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Jamaluddin, menyatakan bahwa bantuan berupa pupuk subsidi dan alat mesin pertanian telah disalurkan kepada para petani. Bantuan ini bersumber dari berbagai anggaran, termasuk APBD Kabupaten Penajam Paser Utara, APBD Provinsi Kalimantan Timur, dan APBN. Selain itu, bantuan juga berasal dari dana aspirasi anggota DPRD Kabupaten, Provinsi, dan DPR RI. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Langkah ini penting karena Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki lahan pertanian padi produktif seluas 14.070 hektare dengan produktivitas 3-4 ton per hektare per panen. Petani di daerah ini umumnya melakukan dua kali panen dalam setahun. Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD, diharapkan produktivitas pertanian dapat meningkat secara signifikan, sehingga Benuo Taka dapat menjadi lumbung pangan yang handal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama dengan adanya IKN.
Peningkatan Produktivitas dan Dukungan Pemerintah
Salah satu contoh keberhasilan peningkatan produktivitas pertanian adalah Gapoktan Sri Maju Desa Sidorejo. Gapoktan ini berhasil memanen 2.409 ton padi dalam sekali panen di lahan seluas 365 hektare. Hasil panen ini menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan, mencapai 6,6 ton per hektare, jauh lebih tinggi dari hasil panen sebelumnya yang hanya sekitar empat ton per hektare. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan dukungan yang tepat, petani mampu meningkatkan produktivitas pertanian mereka.
Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara lainnya, Thohiron, menambahkan bahwa bantuan yang diberikan kepada petani merupakan wujud komitmen wakil rakyat untuk memajukan sektor pertanian di Benuo Taka. Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para petani dan tidak disalahgunakan. Pemerintah Kabupaten dan DPRD memiliki visi untuk menjadikan Benuo Taka sebagai lumbung pangan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama dalam menghadapi dampak migrasi besar-besaran akibat pembangunan IKN.
Bantuan yang diberikan meliputi berbagai jenis alat dan mesin pertanian, serta pupuk subsidi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di daerah tersebut. Dengan demikian, ketahanan pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara dapat terjaga dan siap mendukung kebutuhan pangan IKN.
Komitmen Wujudkan Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dan DPRD berkomitmen untuk terus mendukung para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Hal ini terlihat dari berbagai program dan bantuan yang telah dan akan terus disalurkan. Komitmen ini penting untuk memastikan ketahanan pangan daerah tetap terjaga, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan IKN dan migrasi penduduk yang akan terjadi. Dengan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara dapat berkembang pesat dan menjadi lumbung pangan yang handal.
Dengan adanya peningkatan produktivitas pertanian, diharapkan Kabupaten Penajam Paser Utara dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya sendiri dan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan IKN. Hal ini akan memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung keberhasilan pembangunan IKN.
Keberhasilan program ini juga bergantung pada pemanfaatan bantuan yang tepat oleh para petani. Oleh karena itu, pengawasan dan pendampingan yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk memastikan bantuan tersebut digunakan secara efektif dan efisien. Dengan demikian, program peningkatan produktivitas pertanian dapat mencapai tujuannya dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Melalui berbagai upaya yang dilakukan, baik dari segi bantuan maupun pendampingan, diharapkan Kabupaten Penajam Paser Utara dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan.