DPRD Pontianak Dorong Pelestarian Musik Melayu: Album "Hitam Manis" Jadi Momentum
Ketua DPRD Pontianak, Satarudin, menekankan pentingnya pelestarian musik Melayu, mendukung peluncuran album "Hitam Manis" oleh Cawan Band sebagai upaya menghidupkan kembali genre musik tersebut di tengah arus zaman.
Pontianak, 19 Januari 2024 - Ketua DPRD Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Satarudin, mengajak semua pihak untuk aktif melestarikan musik Melayu agar tidak punah. Peluncuran album terbaru Cawan Band, "Hitam Manis", dijadikan contoh nyata upaya pelestarian ini.
Satarudin menyatakan dukungannya terhadap langkah Cawan Band. Menurutnya, peluncuran album "Hitam Manis" merupakan upaya positif dalam mempertahankan musik Melayu agar tidak tergerus zaman. "Ini salah satu cara untuk melestarikan musik Melayu agar tidak hilang ditelan zaman," ujarnya Minggu lalu di Pontianak.
Ia menambahkan bahwa budaya Melayu di Pontianak sangat kental, termasuk seni pertunjukan seperti tari, drama, dan musik. Album "Hitam Manis" diharapkan dapat menjaga kelestarian musik Melayu sekaligus memperkenalkan genre ini kepada generasi muda, khususnya generasi Z.
Satarudin juga melihat potensi besar lagu-lagu daerah untuk menjadi lagu nasional. Ia mencontohkan musisi di Pulau Jawa yang semakin banyak menciptakan lagu berbahasa daerah. Menurutnya, keberhasilan Cawan Band dapat menjadi inspirasi bagi musisi Pontianak lain untuk menciptakan karya musik Melayu.
Untuk lebih menarik minat pasar, Satarudin menyarankan agar musik Melayu dikemas secara modern dan mengikuti tren terkini. Sebagai bentuk dukungan, ia memberikan bantuan dana kepada Cawan Band saat peluncuran album tersebut, sebagai motivasi bagi musisi lokal untuk berkarya di genre musik Melayu.
Selain itu, Satarudin juga menekankan pentingnya meningkatkan frekuensi kegiatan seni musik. Menurutnya, musik merupakan kegiatan positif yang dapat mencegah kenakalan remaja. Ia mengenang maraknya festival musik antar pelajar di awal tahun 2000-an dan berharap kegiatan serupa dapat dihidupkan kembali untuk mendorong minat generasi muda terhadap musik.
"Seingat saya dulu di awal tahun 2000-an, cukup banyak festival antar-pelajar dilaksanakan. Bahkan, setiap minggu dengan jumlah peserta di atas 50-an band. Namun, saat ini saya lihat sudah semakin sedikit. Mungkin ini perlu dikembalikan lagi. Diadakan festival musik lebih banyak lagi, khususnya di kalangan pelajar," katanya.
Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan musik Melayu tetap lestari dan terus berkembang di tengah dinamika zaman. Dukungan semua pihak, baik pemerintah, musisi, maupun masyarakat, sangat penting untuk keberhasilan pelestarian ini.