Granat Perang Dunia II Ditemukan di NTT, Sisa Sejarah Kelam di Tengah Bencana Alam
Penemuan 16 granat aktif dan 393 butir amunisi peninggalan Perang Dunia II di lokasi pengungsian erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, NTT, mengungkap sisi lain bencana alam.
Kupang, 2 April 2024 - Bencana alam berupa erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkap sebuah penemuan mengejutkan: 16 granat aktif dan 393 butir amunisi peninggalan Perang Dunia II. Penemuan ini terjadi di tengah keprihatinan atas dampak erupsi terhadap para pengungsi. Penemuan tersebut menambah kompleksitas situasi darurat yang tengah dihadapi oleh masyarakat setempat.
Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, mengidentifikasi granat tersebut sebagai granat tipe 97, granat standar yang digunakan tentara Jepang selama Perang Dunia II. Ukurannya sekitar 9,6 sentimeter dengan berat 65 gram. Penemuan ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi bahaya yang mengintai para pengungsi dan warga sekitar.
Proses evakuasi dan penanggulangan dampak erupsi kini harus diimbangi dengan upaya penanganan temuan granat dan amunisi tersebut. Keberadaan senjata aktif peninggalan perang di tengah lokasi pengungsian menjadi ancaman serius yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan.
Penemuan Mengejutkan di Tengah Bencana
Granat dan amunisi tersebut ditemukan oleh para pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang tengah membangun fasilitas sanitasi di lokasi hunian sementara di Desa Konga. Mereka menemukannya saat sedang menggali septic tank pada hari Selasa. Penemuan ini dilaporkan kepada pihak berwajib, yang kemudian mengamankan lokasi dan granat tersebut.
Menurut keterangan Iptu Anwar Sanusi dari Polres Flores Timur, granat-granat tersebut saat ini disimpan di sebuah bunker yang jauh dari pemukiman penduduk. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan untuk menghindari potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh granat aktif tersebut. Proses penyimpanan dan pengamanan dilakukan secara ketat oleh petugas gabungan Kepolisian dan TNI.
Amunisi yang ditemukan juga telah diamankan di pos pengamanan gabungan Kepolisian dan TNI. Hal ini menunjukkan kesigapan aparat dalam menangani situasi yang kompleks ini. Keberadaan amunisi ini semakin menegaskan bahwa lokasi tersebut menyimpan sejarah kelam masa lalu yang kini kembali muncul ke permukaan.
Tim Penanggulangan Bom Dikerahkan
Kepolisian Daerah NTT telah mengerahkan tim penjinak bom (jibom) untuk menangani granat-granat tersebut. Tim jibom yang terlatih dan berpengalaman akan melakukan proses penanganan dengan prosedur keamanan yang ketat, guna menjamin keselamatan warga sekitar. Proses ini memerlukan kehati-hatian dan keahlian khusus untuk mencegah terjadinya ledakan atau kecelakaan.
Kehadiran tim jibom diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para pengungsi dan warga sekitar. Proses penanganan granat dan amunisi ini akan menjadi prioritas utama, mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan oleh benda-benda tersebut. Keberadaan tim jibom menjadi jaminan keamanan bagi masyarakat setempat.
Penanganan temuan ini menunjukkan koordinasi dan respon cepat dari aparat keamanan dalam menghadapi situasi darurat yang kompleks. Selain menangani dampak erupsi, aparat juga harus menangani potensi bahaya dari temuan benda-benda berbahaya peninggalan perang.
Penemuan granat dan amunisi Perang Dunia II ini menjadi pengingat akan sejarah kelam Indonesia dan pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi potensi bahaya yang tersembunyi. Di tengah bencana alam, muncul tantangan baru yang memerlukan penanganan serius dan terkoordinasi.
Proses evakuasi dan penanganan pengungsi harus diimbangi dengan upaya pengamanan dan penanganan temuan granat dan amunisi tersebut untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga proses penanganan ini berjalan lancar dan aman.